Lahirkan Guru Berdampak, UPG 1945 NTT Lepas 260 Calon Pendidik Siap Berinovasi di Sekolah


Berita-Cendana.Com – Kupang, – Semangat membara untuk mencetak pendidik masa depan yang tangguh dan kreatif mewarnai Aula El Tari, Senin (3/8/2026). Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur resmi membuka Pembekalan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) periode Agustus–Oktober 2026 dengan tema “Mewujudkan Pendidik Kreatif Inovatif di Satuan Pendidikan”. Langkah ini menjadi batu loncatan penting bagi mahasiswa untuk mengubah teori menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.

Sebanyak 260 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang telah memenuhi syarat siap ditempatkan di 17 sekolah mitra se-Kota Kupang: 7 SMA Negeri dan Swasta, 2 SMK Negeri, serta 8 SMP. Mereka berasal dari lima jurusan unggulan: Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (101 orang), Bimbingan Konseling (44 orang), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (43 orang), Pendidikan Sejarah (43 orang), dan Pendidikan Bahasa Inggris (29 orang).

Ketua Panitia sekaligus Sekretaris UPT PPL UPG 1945 NTT, Moses Kollo, menjelaskan pembekalan ini bukan sekadar formalitas, melainkan penguatan mental dan kemampuan. “Kami mematangkan empat kompetensi wajib guru: pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Mereka juga belajar paradigma pendidikan abad ke-21 serta cara merancang pembelajaran yang tidak membosankan,” ujarnya.

Rektor UPG 1945 NTT, Ully J. Riwu Kaho, S.P., M.Si., yang membuka acara sekaligus menjadi pembicara utama dengan materi “Guru Berdampak dari NTT untuk Indonesia”, menegaskan bahwa PPL adalah tempat lahirnya jiwa pendidik sejati. Ia mengingatkan lima kunci sukses di lapangan: pegang teguh profesionalisme dan etika, bawa pembelajaran yang modern, bangun suasana sekolah yang aman dan ramah, serta manfaatkan teknologi dengan bijak.

Kabar baik pun disampaikan, mahasiswa berkesempatan menyelesaikan studi lebih cepat di semester 7. “Manfaatkan waktu PPL untuk mulai menyusun proposal skripsi dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing agar lulus tepat waktu,” ajaknya.

Rektor juga menanamkan filosofi “Tri Bajik Ekacita” tiga perbuatan baik untuk satu tujuan mulia: hidup takut akan Tuhan, persiapan matang sebelum bertindak, dan semangat bekerja sama. “Ingat, tidak ada pahlawan sendirian, yang ada adalah tim hebat. Jalin kerja sama erat dengan Dosen Pembimbing Lapangan, Guru Pamong, dan warga sekolah,” pesannya.

Sebagai pesan pamungkas yang menggetarkan hati, Rektor melepas mereka dengan kalimat: “Pergilah ke sekolah, ajarlah dengan ilmu yang kau miliki, didiklah dengan keteladanan, dan layanilah setiap murid dengan sepenuh hati.”

Semoga langkah kaki para calon guru ini membawa perubahan cemerlang bagi dunia pendidikan di bumi Flobamora dan Indonesia. (*)


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot