Berita-Cendana.Com- Kupang,- Di tengah duka dan kesulitan yang melanda saudara-saudara di Flores pasca bencana gempa bumi, Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Nusa Tenggara Timur hadir bukan hanya dengan doa, tetapi dengan aksi nyata. Sebanyak 60 relawan Pemuda Katolik Komda NTT bergerak ke wilayah terdampak dibagi menuju Ende dan Manggarai, untuk merasakan bersama, mendampingi, dan membantu masyarakat yang sedang berduka serta menderita akibat bencana. Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ketua Umum Pemuda Katolik Komda NTT, Juventus Tukung, menegaskan bahwa komitmen Pemuda Katolik adalah untuk turut merasakan secara mendalam apa yang dialami masyarakat Flores, baik mereka yang kehilangan keluarga, maupun mereka yang menderita dan kehilangan tempat tinggal.
"Selain doa yang dilantunkan, aksi pun harus dilaksanakan. Ini adalah kelanjutan dari kegiatan Pemuda Katolik di bawah komando langsung Ketua Umum dan pengurus daerah provinsi NTT. Agenda kami sederhana: memastikan penanganan berjalan sebaik mungkin, tidak boleh ada yang tertinggal, tidak boleh ada yang tercecer," ujar Juventus.
Pemuda Katolik berusaha hadir dari sisi yang seringkali terabaikan, kehadiran secara langsung, tenaga yang datang, tangan yang saling bersalaman, dan senyum yang dibagikan kepada mereka yang sedang berduka.
Kolaborasi Istimewa: Bersama Tenaga Kesehatan Jiwa & PAFI
Kegiatan ini bukan sekadar pembagian bantuan, ini adalah jahitan kolaborasi yang istimewa. Pemuda Katolik Komda NTT bergerak bersama: Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKI) NTT, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) NTT.
Total 60 orang, gabungan relawan Pemuda Katolik dan tenaga profesional kesehatan, berangkat bersama membawa harapan, bukan hanya obat dan logistik, tetapi juga pendampingan kesehatan jiwa bagi warga yang mengalami trauma mendalam akibat gempa.
"Kami hadir karena di sana dibutuhkan bukan hanya beras atau terpal, tetapi kehadiran, pelukan, dan pendampingan. Ada luka di hati yang butuh disembuhkan, bukan hanya luka di tubuh," tegas Juventus.
Kegiatan ini dianggap sebagai langkah awal untuk membuka pintu hati orang muda lainnya, agar semakin banyak pihak yang masuk dalam gelombang-gelombang kepedulian berikutnya.
"Mungkin ada gelombang kedua, gelombang ketiga. Sepanjang masyarakat belum pulih, kita harus terus hadir dan merasakan bersama mereka. Kita tidak boleh berhenti di satu kali datang," ujar Juventus.
Rombongan terbagi empat: sebagian menuju Kabupaten Ende, Nngada, Nagekeo hingga Manggarai, untuk melihat langsung, bersalaman langsung, dan memahami secara mendalam penderitaan saudara-saudara kita di sana.
Ketua Komda Pemuda Katolik NTT menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang telah mendukung: Pengurus Pusat Pemuda Katolik, khususnya Bang Yusti dan Bang Aris yang hadir langsung mendampingi di lokasi bencana, Ketua Umum Pemuda Katolik, Bang Steve Gusma, yang terus memantau, memotivasi, dan memberikan arahan, Romo Jefri, yang mendampingi dan memimpin dalam doa serta rohani, PAFI NTT dan Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia NTT atas kolaborasi yang luar biasa, Para donatur, baik dalam negeri maupun luar negeri, kebaikan kalian menjadi berkat bagi banyak orang, ASDP, kepolisian Polda NTT, Polda Metro Jaya, dan seluruh jajaran Polri yang memfasilitasi dan mendukung perjalanan ini, ucapnya.
"Hari ini kita memberikan dukungan kepada mereka. Tapi kita tidak tahu, hari esok mungkin orang lain yang akan memberikan dukungan kepada kita. Mari kita selalu melihat siapa yang membutuhkan, kebutuhan akan kehadiran, akan kasih, akan pertolongan".
Juventus menegaskan bahwa kerja ini bukan kerja satu atau dua hari, bukan satu atau dua bulan, melainkan kerja bertahun-tahun yang memerlukan kolaborasi, kekuatan, solidaritas, dan komitmen yang kuat.
"Semoga visi kita tetap diwujudkan. Semoga Tuhan memberkati setiap langkah kebaikan yang kita lakukan bersama,”.
Berbagi bukan karena kita kaya, tapi karena kita tahu rasanya membutuhkan.(*).

Posting Komentar