Berita-Cendana.Com- KUPANG,- Di tengah duka dan kesulitan yang melanda saudara-saudara kita di Flores pasca bencana gempa bumi, Fakultas Hukum Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur hadir bukan sekadar sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari keluarga yang merasakan luka yang sama.
Melalui sebuah gerakan sederhana namun bermakna mendalam, Fakultas Hukum UPG 1945 NTT mengajak seluruh elemen kampus untuk berbagi melalui "Gerakan Rp10.000 Peduli Kemanusiaan Flores". Sabtu, 22 Agustus 2026.
Inisiatif ini digagas langsung oleh Dekan Fakultas Hukum UPG 1945 NTT, Simson Lasi, SH., MH., yang mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan keluarga besar Fakultas Hukum untuk turun tangan dengan ketulusan hati.
Rp10.000 Mungkin Kecil, Namun Bersatu Menjadi Kekuatan Besar
"Rp10.000 mungkin terlihat kecil bagi kita masing-masing, tetapi jika dilakukan bersama-sama dengan hati yang sama, ia dapat menjadi sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana di Flores," ujar Simson Lasi dalam seruan gerakannya.
Lebih dari sekadar uang, kata dia, ketika bencana datang yang dibutuhkan bukan hanya bantuan berupa materi, tetapi juga kehadiran, kepedulian, persaudaraan, dan rasa kemanusiaan. “Di tengah kesulitan yang dialami saudara-saudara kita di Flores, kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus hadir, bergerak, dan memberikan apa yang kita mampu”.
"Kita tidak harus menunggu menjadi kaya untuk berbagi. Kita tidak harus memiliki banyak untuk membantu. Yang terpenting adalah ketulusan hati dan kemauan untuk peduli”.
Inilah Makna Persaudaraan Sesama Anak NTT
Gerakan ini dilandasi kesadaran bahwa sebagai sesama anak NTT, ketika satu daerah terluka, hati kita semua harus ikut merasakan. Ketika saudara kita menangis, kita hadir untuk menghapus air matanya. Ketika mereka kehilangan tempat tinggal, harta benda, dan rasa aman, kita hadir membawa pesan sederhana: "Kalian tidak sendiri. Kami bersama kalian".
"Hari ini mungkin kita yang memberi. Esok hari mungkin kita yang membutuhkan pertolongan. Hari ini mungkin mereka yang sedang mengalami kesulitan, sosok kita tidak pernah tahu siapa yang akan membutuhkan uluran tangan,” pinta Dekan Fakultas Hukum UPG NTT.
Pendidikan Kemanusiaan: Ilmu Hukum Tak Berhenti di Ruang Kelas
Gerakan Rp10.000 ini bukan semata-mata tentang jumlah uang. Ini adalah gerakan hati, ini adalah pendidikan kemanusiaan, ini adalah bentuk nyata bahwa ilmu, khususnya ilmu hukum tidak boleh hanya berhenti di ruang kelas, tetapi harus hadir di tengah masyarakat.
Fakultas Hukum UPG 1945 NTT ingin menanamkan nilai bahwa hukum harus berpihak pada kemanusiaan, pendidikan harus melahirkan kepedulian, dan kampus harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Satu Hati, Satu Langkah, Satu Tujuan. Mari kita satukan langkah:
-Dosen berikan Rp10.000 dari kepedulian hati
-Tenaga kependidikan berikan Rp10.000 dari ketulusan jiwa
-Mahasiswa berikan Rp10.000 sebagai awal tanggung jawab sosial
-Alumni berikan Rp10.000 sebagai wujud pengabdian
-Keluarga besar Fakultas Hukum berikan Rp10.000 sebagai tanda persaudaraan
Jika 100 orang bergerak, terkumpul Rp 1 juta. Jika 1.000 orang bergerak terkumpul Rp 10 juta. Namun yang lebih besar dari jumlah itu adalah pesan kemanusiaan yang kita kirimkan kepada saudara-saudara kita di Flores: bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
"Mari kita buktikan bahwa kebaikan tidak mengenal batas, kepedulian tidak mengenal perbedaan, dan kemanusiaan tidak boleh berhenti hanya karena kita merasa bantuan kita kecil”.
- Jangan menunggu mampu untuk berbagi berbagilah dari apa yang kita mampu
- Jangan menunggu orang lain bergerak jadilah bagian dari gerakan itu
- Jangan meremehkan Rp10.000 karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.
Fakultas Hukum UPG 1945 NTT Peduli Kemanusiaan Flores. Bersatu dalam kepedulian, bergerak dengan ketulusan, berdampak bagi sesama. Rp10.000 dari kita senyum dan harapan untuk mereka. Mari bergandengan tangan, mari satukan hati, mari bantu saudara kita. Dari Fakultas Hukum UPG 1945 NTT untuk Flores, dari hati kita, untuk sesama. Bersatu, Bergerak, Berdampak untuk Sesama.(*).

Posting Komentar