Berita-Cendana.Com- Kupang,- Ada yang berbeda dari pelantikan Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Flores Timur masa bakti 2026–2030. Tidak berlangsung di gedung atau aula mewah, pelantikan justru digelar di Lapangan Voli Lohayong, Kelurahan Lohayong, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Selasa (22/9/2026).
Di lapangan yang menjadi tempat para atlet bertanding itulah, Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Neil Rondo, melantik kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Yoseph Sani Bethan.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Turnamen Bola Voli Pelajar SMA/SMK PBVSI Cup yang telah dimulai tiga hari sebelumnya.
Winston menyebut pelantikan ini memiliki makna istimewa karena kepengurusan baru telah menunjukkan kerja nyata bahkan sebelum menerima mandat secara resmi.
"Biasanya organisasi dilantik dahulu, kemudian rapat, menyusun program, mencari anggaran, dan entah kapan mulai bekerja. Tetapi Flores Timur berbeda. Belum dilantik, sudah bergerak! Belum menerima mandat secara resmi, kompetisinya sudah berjalan!" tegas Winston dalam amanatnya.
Ia mengaku menyaksikan langsung pertandingan hingga menjelang subuh dan melihat antusiasme luar biasa dari atlet muda, penonton, serta masyarakat.
Menurut Winston, setelah lebih dari satu dekade kompetisi bola voli tidak berjalan secara berkelanjutan, Flores Timur kini menunjukkan semangat baru untuk membangkitkan olahraga tersebut.
"Organisasi olahraga tidak boleh berhenti pada surat keputusan. Organisasi harus hidup melalui kerja nyata. Pelantikan hari ini bukan sekadar mengesahkan kepengurusan, tetapi menegaskan bahwa lapangan, atlet, dan kompetisi harus menjadi pusat kerja PBVSI," ujarnya.
Lima Agenda Strategis Menuju PON 2028
Dalam amanatnya, Winston menitipkan lima agenda utama kepada kepengurusan PBVSI Flores Timur.
Pertama, membangun kalender kompetisi berkelanjutan mulai dari tingkat pelajar, klub, kecamatan hingga kabupaten.
Kedua, mempersiapkan dua tim penuh, putra dan putri, untuk mengikuti Kejuaraan Bola Voli Ben Mboi Memorial Cup II pada November mendatang.
Ketiga, melakukan pendataan dan seleksi atlet potensial Flores Timur agar dapat masuk dalam skuad bola voli NTT menuju PON 2028.
Keempat, meningkatkan kualitas dan lisensi pelatih serta wasit. Kelima, memperkuat soliditas organisasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, KONI, sekolah, klub, serta dunia usaha.
"Jangan menunggu tahun 2028 baru sibuk mencari atlet. Kita harus mulai sekarang. Saya ingin melihat atlet-atlet Flores Timur masuk dalam skuad utama bola voli NTT, baik putra maupun putri," kata Winston.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan kepengurusan tidak boleh semata-mata diukur dari banyaknya rapat, melainkan dari kompetisi yang hidup, atlet yang ditemukan, kualitas pembinaan, dan prestasi yang dihasilkan.
Dua Mimpi Besar: Lapangan Representatif dan Tuan Rumah Ben Mboi Memorial Cup
Winston juga mengungkapkan dua aspirasi besar Ketua PBVSI Flores Timur, Yoseph Sani Bethan.
Pertama, mewujudkan lapangan bola voli representatif yang dapat digunakan untuk pembinaan atlet sekaligus penyelenggaraan kejuaraan tingkat provinsi.
Kedua, mempersiapkan Flores Timur menjadi tuan rumah Ben Mboi Memorial Cup dalam tiga hingga empat tahun mendatang.
Winston menyambut baik kedua aspirasi tersebut dan berharap pemerintah daerah, KONI, PBVSI, serta dunia usaha dapat membangun kerja sama untuk mewujudkannya.
"Bayangkan seluruh kekuatan bola voli dari kabupaten dan kota se-NTT berkumpul di Larantuka. Atlet bertanding, masyarakat menikmati pertandingan, penginapan terisi, UMKM bergerak, dan ekonomi rakyat ikut tumbuh," ungkapnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penetapan tuan rumah harus melalui mekanisme dan persyaratan resmi PBVSI.
"Pak Nani, jangan biarkan dua mimpi ini menjadi mimpi seorang ketua. Jadikan keduanya mimpi bersama seluruh masyarakat Flores Timur!" pesannya.
Sani Bethan: Ini Bukan Seremoni, tetapi Ikatan Batin
Ketua PBVSI Flores Timur, Yoseph Sani Bethan, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan pelantikan yang dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT.
Menurutnya, momentum tersebut memiliki makna mendalam bagi seluruh jajaran pengurus.
"Ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah ikatan batin. Kita memiliki satu narasi, satu napas, dan satu perjuangan untuk membangun bola voli Flores Timur," ungkap Sani Bethan.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya sebenarnya telah mulai bekerja sejak Juli 2026.
Pelaksanaan turnamen PBVSI Cup menjadi salah satu bukti awal komitmen tersebut.
"Memang benar, hari ini kami baru dilantik. Tetapi kami sudah bekerja sejak Juli. Ke depan, kerja dan karya organisasi akan terus kami lakukan," katanya.
Sani Bethan memastikan pihaknya segera menggelar rapat kerja untuk menyusun program pembinaan dan pengembangan bola voli Flores Timur secara lebih terarah.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan tersedianya lapangan bola voli representatif milik Pemerintah Kabupaten Flores Timur.
Pemkab Flores Timur Harapkan Dukungan Anggaran dan Prestasi Atlet
Bupati Flores Timur yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ikram, menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu membawa perubahan nyata bagi perkembangan bola voli di daerah tersebut.
Ia menyoroti dukungan enam anggota DPRD dalam kepengurusan PBVSI Flores Timur sebagai salah satu modal untuk memperkuat organisasi, termasuk dalam memperjuangkan dukungan anggaran dan fasilitas olahraga yang memadai.
Pemerintah daerah juga berharap atlet-atlet Flores Timur mampu berpartisipasi dan meraih prestasi dalam ajang Ben Mboi Memorial Cup serta terpilih memperkuat kontingen NTT pada PON 2028.
Harapan tersebut sejalan dengan agenda PBVSI NTT yang sedang mendorong konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas kompetisi, dan pembinaan atlet secara berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota.
Dari Lapangan Lohayong, Menyalakan Harapan Baru
Pelantikan di Lapangan Voli Lohayong menjadi simbol bahwa kepengurusan PBVSI Flores Timur ingin memulai pengabdiannya dari tempat yang paling dekat dengan para atlet dan masyarakat.
Bukan hanya menerima mandat organisasi, para pengurus juga langsung menyaksikan denyut kompetisi pelajar yang menjadi fondasi pembinaan atlet masa depan.
Winston menutup amanatnya dengan pesan agar semangat yang telah dibangun sebelum pelantikan terus dijaga dan diperbesar.
"Flores Timur sudah membuktikan: belum dilantik, sudah bergerak. Sekarang, setelah dilantik, saatnya bergerak lebih jauh!"
"Dari Larantuka, kita hidupkan kompetisi. Dari Flores Timur, kita lahirkan atlet berprestasi. Dari seluruh NTT, kita bangun kekuatan menuju PON 2028!" pungkasnya.(*).
