Berita-Cendana.Com- Kupang,- Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UPG 1945 NTT, Dr. Semuel Haning, S.H., M.H., hadir langsung dan memberikan pesan penuh semangat kepada 58 calon wisudawan-wisudawati Fakultas Hukum UPG 1945 NTT pada acara Perpisahan dan Pelepasan yang digelar di Hotel Sahid Timor, Jumat, 4 September 2026.
"Saya lahir dari Ibu Pertiwi yang sama, saya angkatan 2002. Kita lahir dari rahim yang sama, dan kita dituntut untuk tidak melupakan sejarah."
Dr. Semuel Haning mengajak para lulusan untuk berjuang sekuat tenaga, sedalam ilmu yang dipelajari.
"Di dalam laut yang dalam tentunya ada mutiara. Karena itu berjuanglah sejauh mungkin, dan sedalam-dalamnya, di situlah ilmu diuji. Orang pasti akan bertanya: kamu alumni dari mana? Oleh karena itu, jagalah almamatermu dan jangan pernah merasa malu. Tunjukkan bahwa kamulah alumni terbaik dari Fakultas Hukum UPG 1945 NTT."
Jangan malu dan jangan takut untuk menyebut nama UPG NTT. Berbicara tentang almamater sama dengan berbicara tentang ibu kandung. Tulis namamu dengan tinta perjuangan, biarlah sejarah yang mencatat dan membacanya.
Dr. Semuel Haning juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh Bapak dan Ibu orang tua yang hadir, atas dukungan, doa, dan pengorbanan sehingga putra-putri mereka sampai di titik bersejarah ini.
Laporan Panitia: 58 Calon Wisudawan Siap Terjun ke Masyarakat
Ketua Panitia Acara, Martinus Nalle, mewakili seluruh jajaran panitia menyampaikan laporan kegiatan. Hadir dalam kesempatan itu jajaran pimpinan fakultas, para wakil dekan, ketua program studi, seluruh dosen dan tenaga kependidikan, tokoh agama, serta orang tua/wali pendamping.
Martinus menjelaskan latar belakang acara ini digelar
"Sebagai bentuk apresiasi, penghormatan, sekaligus momen pelepasan dari pihak kampus, sebelum kalian secara resmi menyandang gelar akademis pada wisuda yang akan datang. Ini juga rumah silaturahmi terakhir kita sebagai sesama mahasiswa sebelum terjun ke tengah masyarakat."
Acara diikuti oleh 58 calon wisudawan-wisudawati Sarjana Hukum UPG NTT. Seluruh biaya kegiatan bersumber dari kontribusi bersama para peserta.
Mewakili seluruh calon wisudawan, Martinus juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus.
"Selama kurang lebih 4 tahun menempuh perkuliahan, tentunya ada begitu banyak kekhilafan, ucapan maupun perbuatan yang mungkin menyakiti hati Bapak Ibu dosen, staf, maupun sesama. Untuk itu, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya."
Ia menutup dengan harapan agar ilmu yang didapat bukan sekadar gelar di dinding, melainkan amanah untuk menegakkan keadilan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Menyongsong Masa Depan: Ilmu untuk Keadilan, Karya untuk NTT
Acara ditutup dengan doa bersama dan semangat baru dari seluruh elemen yang hadir. Bagi 58 sarjana hukum muda UPG NTT, hari ini memang bukan akhir perjalanan kuliah melainkan langkah pertama yang lebih berat, lebih mulia, membuktikan bahwa hukum ada untuk melindungi semua orang, terutama yang kecil dan lemah.
"Selamat berjuang, sarjana hukum baru NTT. Tunjukkan pada dunia, integritasmu lebih berharga dari segalanya, dan keadilanlah yang akan kamu perjuangkan sampai akhir. Jangan pernah malu pada almamatermu, karena UPG NTT selalu bangga padamu”. (*).

Posting Komentar