Berita-Cendana.Com- Kupang,- Suasana Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, berwarna dan penuh sukacita. Festival Budaya Multi Etnis digelar dengan meriah, mengusung tema "Harmoni dalam Perbedaan" dan subtema "Seloka dan Indahnya Toleransi Masyarakat Oesapa Selatan". Di tengah semangat keberagaman dan pelestarian adat, semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup juga menjadi perhatian utama seluruh warga dan panitia.
Disaksikan langsung oleh wartawan di bilangan Kantor Lurah Oesapa Selatan saat berlangsung khidmat pada Selasa, 1 September 2026 sore.
Asisten I Pemerintah Kota Kupang, Hengky Malelak, hadir mewakili Walikota Kupang dr. Christian Widodo yang berhalangan hadir karena persiapan pendidikan Lemhanas. Dalam sambutan yang dibacakannya, ditekankan bahwa pembangunan kota tak cukup hanya membangun jalan dan gedung tetapi harus membangun manusia yang berakar pada budayanya dan peduli pada lingkungannya.
"Kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup adalah cermin budaya kita yang sejati. Di tengah keberagaman suku dan tradisi, menjaga kebersihan bersama adalah satu bahasa yang sama-sama kita pahami. Kota Kupang yang bersih, asri, dan nyaman ditinggali bukan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh warga yang tinggal di kota ini,”.
Hengky mengajak seluruh warga Oesapa Selatan untuk menjadikan festival ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga ajang menjaga kebersihan lingkungan. Setiap sampah yang dihasilkan selama kegiatan harus dipilah dan dibuang pada tempatnya, agar keindahan budaya yang ditampilkan selaras dengan keindahan lingkungan tempat kita hidup.
"Warisan budaya yang kita jaga harus beriringan dengan warisan lingkungan yang bersih bagi anak cucu nanti. Budaya yang luhur tidak terlepas dari kepedulian terhadap alam yang memberi kita kehidupan”.
Warga Oesapa Selatan: Kebersihan Bagian dari Identitas Bersama. Para warga yang hadir menyambut baik semangat tersebut. Salah satu warga menyampaikan bahwa "Kami bangga dengan budaya kami yang beragam, tetapi kami juga bangga jika lingkungan kelurahan kami tetap bersih dan asri. Kebersihan adalah bagian dari keramahan kami kepada siapa pun yang berkunjung ke sini”.
Seluruh rangkaian kegiatan festival ini direncanakan berjalan dengan prinsip ramah lingkungan, menyediakan tempat sampah terpilah di sepanjang lokasi kegiatan, tidak membuang sampah sembarangan, dan membersihkan kembali area kegiatan setelah acara selesai sebagai wujud nyata cinta pada budaya sekaligus cinta pada alam.
Ketua Panitia Pelaksana, Edison Bole, S.H., membuka acara dengan ungkapan syukur. "Biarlah hari-hari yang disepakati ini menjadi hari-hari yang diberkati bagi kami semua yang mengambil bagian. Inilah segala ungkapan syukur kami. Mari Tuhan memberkati kami di tempat ini,”.
Edison menjelaskan tujuan penyelenggaraan festival, melestarikan adat budaya, mengajak masyarakat mencintai warisan leluhur, serta menjunjung tinggi persatuan dan harmoni dalam perbedaan. Kegiatan meliputi karnaval budaya, pentas seni, dan pameran UMKM. Anggaran bersumber dari perangkat kelurahan dan sumbangan masyarakat Kota Kupang.
"Mari kita jaga budaya, mari kita jaga persaudaraan, dan mari kita rawat kebersihan serta kelestarian lingkungan hidup kita bersama. Bersama-sama kita bangun Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, bersih, dan berkelanjutan”.
Dengan demikian, Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Oesapa Selatan resmi dibuka. Semoga rangkaian kegiatan ini berjalan lancar, penuh berkah, dan menjadi bukti nyata, keberagaman menyatukan kita, kebersihan melestarikan rumah kita bersama.
"Selamat menikmati kegiatan, selamat menampilkan yang terbaik. Kiranya Tuhan memberkati kita sekalian”.
Acara dihadiri perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Dinas Koperasi Kota Kupang, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Camat Kelapa Lima, Lurah Oesapa Selatan, Ketua LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, para ketua RT/RW, pelaku seni, budaya, UMKM, serta warga Oesapa Selatan.(*).

Posting Komentar