Berita-Cendana.Com- KUPANG,- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali membuktikan komitmen nyata perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan yang mengusung tema "Penguatan Kapasitas Pemuda Desa Manusak dalam Pertanian Berbasis Teknologi melalui Pelatihan Produksi Pupuk Organik Desa Manusak" ini sukses digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Program mulia ini dimotori oleh tim dosen Fisip Undana di bawah kepemimpinan Drs. Aris Lambe, M.Si selaku ketua tim, bersama Dr. Lasarus Jehamat, M.A sebagai anggota. Uniknya, pelatihan tidak diselenggarakan di dalam ruang kelas atau aula kantor desa, melainkan langsung di lokasi tempat ternak di paron. Pemilihan tempat ini disengaja agar kotoran hewan (sapi) yang melimpah dapat langsung diakses, diolah, dan dipraktikkan menjadi pupuk organik secara efisien.
Acara pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes, S.H. Dalam sambutannya, Arthur menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak universitas yang telah memilih wilayahnya sebagai pusat pengembangan dan kemitraan strategis pengabdian dosen.
"Kami sangat berterima kasih kepada rektor Undana karena telah menjadikan masyarakat Desa Manusak sebagai mitra pengabdian dosen. Kami mendukung penuh kegiatan ini karena berdampak langsung bagi masyarakat," ungkap Arthur Ximenes dengan penuh antusias.
Kehadiran para akademisi Fisip Undana ini dinilai menjawab kebutuhan riil masyarakat pedesaan, khususnya dalam mengoptimalkan sektor pertanian yang mandiri dan ramah lingkungan.
Di lokasi peternakan, para pemuda Desa Manusak diajak untuk melihat, belajar, dan mempraktekkan langsung teknik pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik yang bernilai guna tinggi. Melalui pendekatan teknologi tepat guna, para peserta dibekali pengetahuan mengenai tahapan fermentasi dan pengolahan limbah peternakan agar siap diaplikasikan pada lahan pertanian warga.
Pelatihan produksi pupuk organik berbasis teknologi ini memiliki arti strategis dan memberikan banyak manfaat nyata bagi para pemuda serta masyarakat Desa Manusak secara keseluruhan, di antaranya.
Pertama, Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Finansial. Dengan menguasai teknik pembuatan pupuk organik secara mandiri, para pemuda dapat memangkas biaya operasional pertanian yang selama ini kerap terbebani oleh harga pupuk kimia buatan pabrik yang mahal. Selain itu, pupuk organik berkualitas ini berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomis yang bisa dipasarkan ke luar desa sebagai sumber pendapatan baru.
Kedua, Optimalisasi Potensi Lokal (Limbah Ternak Menjadi Berkah). Desa Manusak memiliki potensi peternakan sapi yang melimpah. Selama ini, kotoran hewan seringkali hanya dibiarkan menumpuk atau terbuang percuma. Melalui pelatihan ini, para pemuda dilatih untuk mengubah limbah organik tersebut menjadi sumber daya yang produktif dan ramah lingkungan.
Ketiga, Pengembangan Kapasitas Pertanian Berbasis Teknologi. Pelatihan ini tidak sekadar mengajarkan metode konvensional, melainkan mengenalkan sentuhan teknologi tepat guna dalam proses fermentasi dan pengolahannya. Hal ini membekali pemuda desa dengan wawasan modern agar adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanian.
Keempat, Menjaga Kesuburan Tanah dan Pertanian Berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik secara konsisten akan memulihkan dan menjaga struktur serta kesuburan tanah dalam jangka panjang, sekaligus menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan aman dikonsumsi.
Kelima, Mendorong Peran Aktif Pemuda sebagai Agen Perubahan (Agent of Change). Melalui kegiatan ini, pemuda desa ditempa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi motor penggerak utama dalam inovasi desa, memimpin transformasi dari cara-cara tradisional menuju pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.
Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari kalangan pemuda dan pemerintah desa, tetapi juga mendapat sorotan positif dari para tokoh masyarakat setempat. Salah satu tokoh masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan menilai bahwa program pelatihan semacam ini sangat krusial dan idealnya dijadikan agenda rutin tahunan.
Menurutnya, warga Desa Manusak memiliki sumber daya dan potensi yang sangat memadai untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri, mengingat banyaknya populasi ternak sapi di wilayah tersebut.
"Pemuda Desa Manusak perlu dilatih membuat pupuk seperti ini agar dapat dimanfaatkan di masyarakat. Terima kasih Bapak Rektor Undana," ujar tokoh masyarakat tersebut mewakili aspirasi warga.
Melalui kegiatan PKM ini, Fisip Undana berharap para pemuda Desa Manusak mampu bertransformasi menjadi aktor utama penggerak pertanian berbasis teknologi di pedesaan. Sinergi antara dunia akademik, pemerintah desa, dan masyarakat ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian ekonomi serta mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan kedepannya.(*).
