Iklan

Politik

Biopori, Tanam Pohon, Jaga Air: Komitmen Warga Manulai II Hijaukan Alak Demi Anak Cucu

, Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T00:28:17Z



Berita-Cendana.Com - Kupang,- Masa depan yang hijau dan sehat bukan warisan yang ditunggu, melainkan dibangun bersama mulai hari ini. Demikian tekad yang disampaikan Camat Alak, Amramsius Yolah, S.Sos., bersama warga Kelurahan Manulai II, saat membuka Festival Budaya Manulai II, menegaskan pelestarian lingkungan hidup sebagai prioritas utama demi generasi mendatang. Kamis, 1 Oktober 2026.

Bertumpu pada empat pilar, Biopori, Tanam, Air, dan Jaga Alam, warga Manulai II menyatakan siap bergerak bersama seluruh 12 kelurahan se-Kecamatan Alak untuk mengubah wajah lingkungan yang kering menjadi asri dan lestari. 

Program lubang resapan biopori akan digalakkan secara merata di setiap pekarangan warga. Lubang sederhana ini berfungsi menyerap air hujan kembali ke dalam tanah sekaligus mengolah sampah organik menjadi pupuk alami.

"Di musim hujan kita menabung air, agar saat kemarau tanah tetap lembab dan sumber air tidak kering. Setiap rumah bisa mulai dari satu lubang di halaman sendiri," ujar Camat Amramsius Yolah.

Dengan biopori, air hujan tidak lagi terbuang percuma, melainkan tersimpan di dalam tanah. Menjaga ketersediaan air tanah, mengurangi genangan, sekaligus menyuburkan tanah secara alami.

Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan janji kepada anak cucu. Satu pohon yang tumbuh akan memberi teduh, menjaga kelembapan tanah, dan menyaring udara selama puluhan tahun ke depan.

"Kita mungkin tidak menikmati sepenuhnya buah dari pohon yang kita tanam hari ini, tetapi anak cucu kelak akan bersyukur kita melakukannya," tegas Camat Alak.

Setiap keluarga didorong menanam dan merawat setidaknya satu pohon di lingkungan masing-masing, menjadikan Manulai II dan seluruh Alak hijau kembali.

Air adalah sumber kehidupan. Warga Manulai II berkomitmen menjaga kebersihan sumber air, selokan, dan lingkungan agar tidak tercemar sampah. Apa yang dibuang ke aliran air, akan kembali ke meja makan warga sendiri.

"Air yang jernih adalah hak anak cucu kita. Jangan biarkan ulah kita hari ini merampas hak mereka esok hari," tambahnya.

Inti dari seluruh gerakan ini adalah kesadaran bahwa bumi ini bukan milik kita semata, kita meminjamnya dari generasi yang belum lahir. Jika kita merawatnya, mereka hidup makmur, jika kita mengabaikannya, mereka kehilangan tempat berpijak.

"Pemerintah saja tidak mampu mengubah Alak menjadi hijau. Tapi jika kita bergandengan tangan, setiap rumah menanam, setiap halaman bersih, setiap sampah pada tempatnya, tanah yang kering pun akan kembali hijau," janji Camat Alak.

Warga Manulai II dan seluruh Kecamatan Alak diajak melaksanakan empat hal sederhana namun bermakna besar: Buat Biopori, simpan air hujan di tanah, kurangi sampah organik. Tanam Pohon, rawat hingga tumbuh besar, jangan hanya tanam lalu pergi. Jaga Air Bersih, jangan buang sampah ke selokan, sungai, atau sumber air. Bersatu Merawat Alam, saling mengingatkan, bergotong royong, demi masa depan bersama

Itulah janji yang kini tertanam di setiap hati warga. Bukan untuk hari ini saja, tetapi untuk masa depan yang panjang.(*).



Komentar

Tampilkan

  • Biopori, Tanam Pohon, Jaga Air: Komitmen Warga Manulai II Hijaukan Alak Demi Anak Cucu
  • 0

Terkini

Ads

float