Iklan

Politik

Dukung Kelestarian Alam, Kelurahan Manulai II Integrasikan Gerakan Peduli Lingkungan dalam Festival Budaya 2026

, Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T00:01:34Z

 

Berita-Cendana.Com - Kupang,- Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, resmi membuka gelaran Festival Budaya Kelurahan Manulai II. Kegiatan berlangsung dengan tema "Lestarikan Budaya, Tingkatkan Wawasan dan Raih Prestasi". 

Festival berlangsung selama tiga hari terhitung tanggal 2–4 Oktober 2026 di Halaman Kantor Lurah Manulai II ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan adat, melainkan menempatkan pelestarian lingkungan hidup dan aksi hijau sebagai komitmen utama masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Camat Alak, Amramsius Yolah, S.Sos., yang hadir mewakili Wali Kota Kupang. Berbeda dari seremonial biasa, pembukaan festival ini ditandai secara simbolis melalui prosesi penanaman Pohon Tani oleh Camat Alak. 

Aksi ini menegaskan bahwa esensi dari merawat budaya lokal tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab menjaga dan merawat alam sekitar.

"Budaya lokal bukan memisahkan masyarakat, tetapi mempersatukan masyarakat. Di samping itu, pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan pengelolaan sampah adalah bentuk nyata dari cinta tanah air dan budaya kita," ujar Camat Alak.

Ia juga mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga Kota Kupang sebagai rumah besar yang aman dan asri bagi setiap etnis, budaya, dan agama.

Sebagai wujud nyata dari pilar cinta lingkungan, festival ini mengintegrasikan isu ekologis ke dalam kompetisi antar-RW, di antaranya: Lomba Fashion Show Anak dari Daur Ulang Sampah: Kategori ini mewajibkan pemanfaatan limbah dan bahan daur ulang untuk diubah menjadi busana tinggi, mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya memilah sampah dan menjaga lingkungan.

Prosesi Penanaman Pohon Tani: Gerakan penghijauan yang melibatkan langsung partisipasi aktif masyarakat tingkat RT dan RW.

Melalui festival Kelurahan Manulai II membuktikan bahwa pelestarian warisan leluhur seperti Tarian Bonet, Lomba Ikat Selimut, hingga Lomba Bersiul dapat berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis modern demi menjamin masa depan lingkungan Kota Kupang yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan. 

Turut hadir Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, perwakilan Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kominfo, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Kehadiran tokoh akademisi nasional seperti Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (*).


Komentar

Tampilkan

  • Dukung Kelestarian Alam, Kelurahan Manulai II Integrasikan Gerakan Peduli Lingkungan dalam Festival Budaya 2026
  • 0

Terkini

Ads

float