Iklan

Politik

Festival Budaya Manulai II: Lestarikan Budaya, Rawat Kebersihan, Cintai Lingkungan

, Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T12:34:27Z

Berita-Cendana.Com- Kupang,- Kebersihan dan cinta lingkungan hidup menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Festival Budaya Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Bertema “Lestarikan Budaya, Tingkatkan Wawasan, dan Raih Prestasi”, kegiatan tak hanya menampilkan kekayaan seni dan tradisi, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa merawat warisan budaya sama pentingnya dengan menjaga kebersihan rumah bersama.

Acara dibuka Camat Alak Amramsius Yolah, S.Sos. mewakili Wali Kota Kupang, di Kantor Kelurahan Manulai II, berlangsung meriah 1–3 Oktober 2026.

Sejak awal kegiatan, panitia menempatkan dua tong sampah di sisi kiri dan kanan pintu masuk Kantor Lurah, serta menyediakan roda tiga pengangkut sampah yang siap sedia setiap saat. Hal ini bukan sekadar pelengkap, melainkan pesan nyata, kebersihan adalah bagian dari budaya yang beradab.

Ketua Panitia menegaskan, budaya yang luhur tak lepas dari lingkungan yang bersih dan sehat, ucap Pendeta Emeritus Henderikus Abineno.

“Melestarikan budaya berarti juga merawat bumi tempat kita hidup. Kebersihan bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab setiap warga. Jika kita mencintai daerah ini, mulailah dari hal paling dekat, membuang sampah pada tempatnya,” ujar Ketua Panitia.

Salah satu kegiatan yang paling dinanti adalah Lomba Busana Daur Ulang. Anak-anak dan generasi muda diajak menciptakan karya indah dari bahan yang dapat didaur ulang bukti bahwa sampah yang dikelola dengan bijak bisa bernilai seni tinggi.

“Kami ingin anak-anak mencintai lingkungan yang asri dan bersih. Lewat lomba ini, mereka belajar, apa yang dianggap sisa, bisa diubah menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat,” jelas panitia.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Kupang yang terus mendorong pengurangan sampah dari sumber dan pemberdayaan lingkungan berbasis masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Alak menekankan bahwa keberagaman budaya di Kota Kupang harus disertai dengan upaya bersama menjaga keindahan dan kebersihan kota.

“Kota Kupang adalah rumah bersama bagi semua etnis. Rumah yang baik bukan hanya yang kaya budaya, tetapi juga bersih, sehat, dan asri. Kita bangga dengan warisan leluhur, maka rawatlah bumi ini sebagaimana leluhur kita menjaganya,” tegas Camat Amramsius Yolah.

Ia juga mengajak seluruh warga mendukung program Biopori yang digalakkan di 12 kelurahan se-Kecamatan Alak, mengubah tanah kering menjadi hijau dan subur, mengurangi genangan air, serta menciptakan lingkungan yang sehat.

“Pemerintah saja tidak cukup. Ketika kita bergandengan tangan, menjaga kebersihan dan menanam pohon bersama, maka tanah yang kering pun akan menjadi hijau. Kebersihan Kota Kupang dimulai dari diri sendiri, dari lingkungan terdekat, dari Kelurahan Manulai II,” tambahnya.

Festival ini mengajarkan bahwa kebersihan bukan sekadar aturan, melainkan nilai luhur yang diwariskan antargenerasi. Melalui pertunjukan seni, lomba daur ulang, hingga ketersediaan tempat sampah di setiap sudut acara, pesan yang disampaikan tegas: Budaya yang luhur hidup di lingkungan yang bersih, Kebersihan dimulai dari kesadaran diri sendiri, Anak-anak belajar mencintai lingkungan dari teladan kita, Gotong royong menjaga kebersihan mempererat persatuan warga.

Dukungan warga yang menyisihkan dana sukarela untuk kesuksesan kegiatan total Rp3.850.000 dari RT/RW, donatur, dan masyarakat membuktikan bahwa semangat menjaga kebersihan dan keindahan kota berakar kuat di hati warga Manulai II.

Festival Budaya Manulai II bukan sekadar perayaan masa lalu, melainkan langkah nyata membangun masa depan, mewariskan budaya yang mulia sekaligus lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau bagi generasi mendatang.

“Lakukan hal kecil, tetapi dengan cinta yang sangat besar. Mulai dari menjaga kebersihan di depan rumah, hingga menjaga keindahan Kota Kupang yang kita cintai.”(*).

 


Komentar

Tampilkan

  • Festival Budaya Manulai II: Lestarikan Budaya, Rawat Kebersihan, Cintai Lingkungan
  • 0

Terkini

Ads

float