Iklan

Politik

"Iman Harus Punya Kaki" Pesan Menyentuh Winston Neil Rondo untuk Romo Leo Mali di Bedah Buku

, Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T07:59:30Z

Berita-Cendana.Com- Kupang,- Sebuah penghormatan penuh makna menyelimuti acara Bedah Buku "Bergerak dari Pinggiran" sekaligus perayaan 30 tahun imamat Romo Dr. Leonardus Mali. Di hadapan hadirin, Winston Neil Rondo, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, menyampaikan kesan mendalam tentang sosok imam yang tak melayani dari atas, melainkan berjalan bersama rakyat  di tengah, di pinggiran, di tempat yang paling membutuhkan. Jumat, 2 Oktober 2026.

Winston mengenal Romo Leo sejak akhir 1990-an, saat angin Reformasi sedang bergelora. Dirinya masih muda, memimpin GMKI Cabang Kupang dan ikut membangun persaudaraan GAMKI–GMKI NTT. Di tengah kegelisahan soal demokrasi, HAM, pengungsi, kebebasan dan keberagaman hadir seorang imam yang tak datang dengan jawaban siap pakai, melainkan datang untuk mendengar.

"Kami berdiskusi, berdebat, kadang hingga larut malam. Dan Romo Leo selalu ada  bukan di depan kami, bukan di belakang kami, tetapi di tengah-tengah kami."

Ketika judul buku "Bergerak dari Pinggiran" disebut, Winston merasa itulah gambaran paling tepat sosok Romo Leo.

"Bagi saya, pinggiran bukan sekadar lokasi. Pinggiran adalah posisi moral, pilihan berdiri bersama mereka yang suaranya tak didengar, yang tak punya kekuasaan, yang tak punya tempat di meja pengambil keputusan."

Sebagai orang yang berbeda latar iman,  Winston Protestan, Romo Leo Katolik ia belajar satu kebenaran mendasar dari Romo.

"Ketika manusia sedang menderita, kita tak bertanya lagi Katolik atau Protestan. Kita hanya bertanya, apa yang bisa kita lakukan bersama?"

Iman Harus Punya Kaki, Satu kalimat yang membekas dan diwariskan Romo Leo menjadi inti pesan Winston.

"Iman harus mempunyai kaki." Kaki untuk berjalan keluar. Kaki untuk menuju pinggiran. Kaki untuk berdiri bersama mereka yang membutuhkan suara.

Tiga puluh tahun imamat, kata Winston, bukan diukur dari berapa banyak Misa yang dipimpin, melainkan dari berapa banyak kegelisahan yang didengarkan, berapa banyak orang kecil yang didampingi, berapa banyak pemuda yang diberi keberanian untuk berdiri.

"Saya adalah salah satu pemuda itu. Romo tak hanya mengajarkan kami tentang keadilan beliau berjalan bersama kami memperjuangkannya."

Selamat Bergerak dari Pinggiran, pesannya menjadi doa sekaligus penghormatan yang tak terlupakan.

"Selamat 30 tahun imamat, Romo Leo. Teruslah bergerak dari pinggiran. Sebab justru dari pinggiran, kita dapat melihat pusat dengan hati yang lebih jernih."

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, tokoh masyarakat, sahabat, serta mereka yang selama ini didampingi dan dibimbing oleh Romo Dr. Leonardus Mali.(*).






Komentar

Tampilkan

  • "Iman Harus Punya Kaki" Pesan Menyentuh Winston Neil Rondo untuk Romo Leo Mali di Bedah Buku
  • 0

Terkini

Ads

float