Rusak Mesin Fotocopy Desa Toianas

Berita-Cendana.com-NTT,-Kerusakan mesin fotocopy Toianas seharga jutaan rupiah dan tidak dimanfaatkan oleh BUMDes Anas Jaya,  Desa Toianas Kecamatan Toianas Kabupaten Timor Tengah Selatan TTS,  delapan bulan terakhir.

Manajer BUMDes mengundurkan diri karena sampai saat ini belum menerima upah satu rupiahpun dari Desa,  dari hasil BUMDes dan semua keuangan BUMDes dikelola sepihak oleh Sefrianus Nenometa Kepala Desa Toinas.

Walaupun BUMDes sudah beroperasi kurang lebih 3 tahun, tetapi sampai saat ini juga belum jelas struktur pengurusnya,  dikarena tidak diberikan SK oleh Kepala Desa,  sehingga terkesan sebagai bekerja cuma-cuma.

BUMDes Anas Jaya terdiri dari sebuah mesin foto copy komplit beserta mesin press dan perlengkapan lainnya, hal ini disampaikan melalui rilis tokoh Muda Toianas yang enggan mediakan namanya Kamis, 5 September 2019.

Ada 5 buah tenda jadi dan kursi.
Kami sebagai masyarakat Toianas dan Tokoh muda  merasa kesal karena alat-alat itu tidak dipergunakan, walaupun di beli dengan harga ratusan juta rupiah. Jelas Tokoh muda itu.

Sebagai Pengurus dan masyarakat kita rasa kesal, BUMDes hadir di tengah-tengah kita hanya sebagai tameng tapi tidak ada manfaatnya bagi masyarakat dan bahkan pemerintahan Desa Toianas "jelas pengurus BUMDes".

Lanjut pengurus  BUMDes, kami sangat kesal karena status kami sebagai pengurus juga tidak jelas karena SK tidak ada sama sekali.

"Kekesalan kami itu begini Bung, misalkan pengurus yang berkeluarga  tiap hari masuk kantor dan tiap bulan tidak dapat apa-apa, tentunya istri dan anak mempertanyakan hasil kerja sebulan".

Maka dari itu mulai mengundurkan diri masing-masing hingga BUMDes tak diurus dan semua perlengkapan itu mubasir tak diurus seperti barang tanpa tuan, jelas pengurus BUMDes yang enggan mediakan namanya.

Kepala Desa Toianas Sefrianus Nenometa, membantah kalau barang-barang mubasir,  selama ini beroperasi cuman 8 bulan terakhir yang tidak beroperasi karena rusak.

Terkait SK BUMDes itu ada menurut pengakuan Kepala Desa, dan selama ini pengurus BUMDes juga berjalan baik, cuman sejak mesin fotocopy rusak mereka tidak masuk lagi.

Pembentukan BUMDesa dari PMD jadi ada SKnya, pada saat PMD turun untuk pelatihan BUMDes ada SK, Kepala Desa sangat yakin bahwa SK ada di tangan pengurus BUMDes. Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Toianas melalui telfon selulernya Kamis, 5 September 2019 pukul 20:57 menit Wita.

Bicara soal Honor BUMDes itu kami menyesuaikan dengan pendapatan yang ada di Desa. Kesal saat wartawan bertanya soal pendapatan BUMDes dan mekanisme pembayaran pengurus BUMDes Sefrianus Nenometa mengela wartawan bahwa ada kedukaan jadi sebentar baru kontak balik atau sms namun tidak sms dan kontak lagi hingga berita ini diturunkan.

Oleh karena itu wartawan menduga ada unsur kerugian  pihak lain seperti pengurus BUMDes yang sesuai dengan pengakuan pengurus yang tidak dibayar 1 rupiahpum kepada meraka.

Soal tenda dan kursi BUMDes berjalan baik tidak ada kendala sama sekali menurut Kades Toianas, namun fakta terbalik sesuai pengakuan tokoh muda itu dan pengurus BUMDes itu, maka sangat diharapakan untuk ditelusuri.

Yulius Tamonob.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot