Seperius Edison Sipa: Membentuk Tim Untuk Panggil Kepala Sekolah Yang Tidak Masuk Sekolah



Beritacendana.com- Soe,-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan Seperius Edison Sipa, siap membentuk tim untuk segerah panggil kedinasan Kepala Sekolah yang tidak masuk Sekolah.

Demi mengambil keterangan, Kalau memang Kepala Sekolah terbukti bahwa tidak masuk maka kita akan berikan sangsi sesuai ketentuan yang  berlaku. Hal ini disampaikan di ruang kerjanya Jumat, 22 November 2019.

Lanjut Kadis P&K, para guru Honer itu di angkat dari Komite sehingga pendapatan mereka bisa dari Komite dan bisa juga dari Dana Bos. Jadi kalau Sekolah Negeri 15% dari total dana  untuk guru Honor.

Dana Bos itu dihitung berdasarkan Jumlah peserta didik, 800 ribu persiswa dalam setahun, jadi kalau 100 siswa maka 80 juta pertahun hingga ambil 15% untuk dibagikan ke Guru Honorer.

Lanjutnya, 15% dari 80 juta itu 12 juta pertahun,  dari total 12 Juta itu bagi 12 bulan maka dari Total dana tersebut dibagikan lagi ke berapa jumlah guru honorer di Sekolah itu. "Jelas Seprianus".
Pengakuan Nicodemus Missa Kepala Sekolah SD Inpres Otto Kecamatan Nunkolo Desa Nenoat bahwa ia sudah bersurat Ke Dinas P&K TTS soal ketidak aktifannya lagi di Sekolah selama 4 bulan terakhir ini.

Alasan tidak masuk Sekolah karena sejak Bulan Agustus 2019 perna jatu di WC,  hingga saat inipun belum aktif masuk Sekolah. Namun disisilain ia mengaku bahwa dalam Seminggu masuk Sekolah satu kali saja. Hal ini disampaikan di kediamannya Desa Nenoat Minggu, 24 November 2019.

Disisi lain juga Necodemus menyampaikan bahwa SK Komite kepada guru-guru honerer itu 500 ribu perbulan dan selama ini berjalan lancar. Namun 3 bulan terakhir ini Dia bersepakat dengan Bendahara Sekolah untuk membayar 250 ribu perbulan saja, sehingga tiga bulan guru-guru honor mendapatkan 750 ribu per 3 bulan."jelas Kepala Sekolah".

Tetapi pengakuan salah satu guru yang tidak mau mediakan namanya bahwa, " Kepala Sekolah Kami tidak masuk Sekolah sudah 4 bulan dan gaji kami dibayar tidak sesuai SK yang diberikan.

Jadi Kami menuntut Keadilan dari Semua Pihak karena Jam mengajar kami lebih namun upah kami dihargai dengan 250 ribu perbulan saja, dimana titik keadilan itu. Kami beli sabun mandi saja untuk ke sekolah juga tidak ada, bagaimana kami bisa mengajar murid menjadi pintar. (YT)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot