Ir. Indah Megawati: Siap Menghidupkan Penyeluh Pertanian Sampai Di Desa




Berita-Cendana.com - Kupang,- Diskusi dan Konsultasi Publik bersama Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si anggota Komisi lV DPR RI Dapil NTT II di Kantor DPD Provinsi NTT.

Hal ini dilaksanakan pada hari Selasa,07 Januari 2020. "Kemiskinan dan Pola Pengembangan Lahan Kering NTT"

Dalam penyampaian Ir. Indah Megawati, Direktur Pembiayaan Kementerian Pertanian bahwa, kami bersama Menteri Pak Yasin  perencanaan dalam tahun 2020-2024 kita punya markas pentagon.

Di Pusat kita punya Awerenya, roomnya, untuk cenelling ke BPP dan kita jadikan komando strategi di tingkat Kecamatan. Dimana nantinya pasukan-pasukan penyeluh itu. Rencananya penyeluh-penyeluh kita kirimkan ke pusat untuk menjadi satu komando dari sana supaya terkontrol dan bisa jalan. " jelas Indah".

Kalau penyeluh tetap di daerah atau linknya di daerah, kita sangat yakin program tidak jalan, ini kami sedang berusaha dari Badan SDM untuk menghidupkan dan mengaktifkan penyeluh-penyeluh untuk menjadi tongkat di pertanian yang dekat dengan petani.

Lanjut Megawati, dan juga di kosrat tani, saya dari Direktorat Pembiayaan akan membuka klinik konsultasi pembiayaan agar supaya dari teman-teman bisa membantu petani  untuk mengakses pembiayaan yang muda, mura dan cepat.

Di sini juga kita kerja sama dengan Bank-Bank cabang yang berada di Daerah Provinsi, Kabupaten, Kecamatan sampai Desa Seperti BRI, BNI, Mandiri dan juga Bank NTT harus mau untuk sama-sama penyuluh dengan petani untuk memberikan pinjaman dengan bunga yang rendah" Kata Direktur Pembiayaan.

Jadi misalkan petani memerlukan eksavator, kombay, pompa, itu bisa melalui KUR nanti ada semacam apalisnya, ada pendampingnya yang akan merupakan penjamin untuk Bank sehingga dapat meminjamkan,  nanti  pembayarannya bisa melaui diermer setelah panen hasil nantinya.

Ketika sudah panen bisa mengembalikan kreditnya itu, berapa tahun untuk kembalikan itu akan MOU antara Kepala Dinas, Apalisnya dan Kelompok tani yang sudah terbentuk itu.

Lanjut Indah, Kita tahu karena petani itu susah mendapatkan pembiayaan, selama ini masyarakat dapat pembiayaan dari Bank-Bank kecil dengan bunga yang tinggi berjumlah berksar dari 12% sampai 20%. Akhirnya operasinya tidak lancar karena usaha makin tinggi sehingga penjualan juga harga tinggi,  sekarang kita berusaha mau memutuskan rantainya. Supaya mereka bisa membayar hasilnya, bisa di olah lagi untuk penghasilan yang tinggi.

Yulius Tamonob.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot