drg. Imelda Sutarmadji: Persiapan APD Aman, Diutamakan Pelayanan



Berita-Cendana. com - Kupang,- Kepala Puskesmas Tarus drg. Imelda Sutarmadji menyampaikan kepada media ini bahwa Puskesmas ini persiapan APD aman dan diutamakan pelayanan. ADP seperti masker, sarung tangan jaga jarak cuci tangan.

Selalu melakukan sklining awal bagi pasien yang datang ke Puskesmas demi mengantisipasi covid 19. Kita selalu memperketat mana pelaku perjalanan, mana yang dari zona merah. Kalau dari zona merah kita catat lalu skrining dan suruh pulang dan jangan kemana-mana lagi nanti tenaga kesehatan turun langsung ke rumah untuk penanganan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Puskesmas Tarus dr. Imelda Sutarmadji di ruang kerjanya, Rabu, 20/05/2020.

Lanjutnya, kalau pasien biasa langsung ke dalam lalu kita melayani seperti biasa, kemudian kita membina kerja sama persektor terutama Kepala Desa, RT, RW, Dusun. Ini sangat penting karena mereka yang memiliki masyarakat, kita hanya mengetahui teknik pelaksanaan tetapi komunikasi sampai di masyarakat adalah masyarakat bersama kepala desa, kemudian tokoh masyarakat, tokoh agama, "kita juga melakukan MOU bersama gereja Getsemani Mata Air dan Noelbaki dalam penanganan covid 19.

Harapannya kerjasama dengan lintas sektor, tokoh agama  karena semakin banyak jaringan di masyarakat tentunya informasi covid akan tersampaikan di masyarakat dengan baik. Terutama cara penularannya karena saya menilai bahwa, sampai saat ini masyarakat menganggap enteng dampak dari covid ini. Karena masyarakat belum mengetahui cara penularan covid seperti apa, covid ini cara penularannya sangat cepat oleh karena itu kita mengantisipasi awal itu sangat penting.

Lanjutnya, jadi pemuda gereja yang sudah dibina tiap rayon itu bisa menyampaikan informasi yang kita sampaikan agar bisa tersampaikan di masyarakat umum. "Kita juga membuat group bersama Kapolsek Kecamatan Kupang Tengah, didalamnya itu ada tokoh agama, tokoh masyarakat, Kapolsek dan desa jadi ketika ada pelaku perjalanan kita langsung bangun komunikasi untuk penganan cepat. Jelas Sutarmadji.

"Kita selalu update mengenai perubahan dan juga selalu memberi arahan kepada petugas kesehatan yang ada di sini kalau ada waktu kosong selalu baca tentang perubahan covid dan istilah-istilah karena ini penyakit baru dan tentunya istilah-istilah juga baru semua, selalu baca supaya bisa mengerti". katanya.

Macam seperti " OTG itu apa, ODP itu apa, PDP itu apa karena awalnya istilah ini belum ada, tiba-tiba dua minggu ada OTG, tiba-tiba lewat dua minggu lagi PDP lagi". Istilah baru semua jadi harus blosing berita supaya bisa mengetahui, jadi harus ikuti terus update terus agar mengerti supaya jangan salah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

dr. Imelda berharap agar ada tempat karantina di Kabupaten Kupang karena sejau ini belum ada, alasanya dalam waktu dekat ini sejumlah TKI/TKW akan kembali, soal kesiapan kami tetap siap seperti APD dan menunggu instruksi saja dari Dinas dalam penanganan TKI/TKW yang akan pulang.

Mengenai pelayanan pada saat sebelum pandemik itu dalam satu minggu bisa melayani pasien berjumah 1.000- 1.200 jiwa namun pada masa covud kami menghimbau bahwa kita fokuskan pada pelaku perjalanan dan covid ini hingga sekarang pelayanan dalam seminggu mencapai 300 orang saja jadi pengunjung Puskesmas saat pandemik ini menurun.

Mengenai obat cukup, karena pengunjung berkurang namun APD yang perlu diperhatikan karena masker bagi beda ini setiap 4 jam harus ganti itu dengan segala keterbatasan ya kita harus cukup-cukupi. 

Tetapi kami berterima kasih karena dengan kondisi ini sejumlah orang yang masih perhatikan kebutuhan Puskesmas ini, bantuan dari Anggota DPR Provinsi Nelson Matara, anggota DPD RI Paul Liyanto, Ibu-Ibu Bayangkari dan BIN, kami berterima kasih atas sumbangan yang diberikan kepada kami. Jelas Kepala Puskesmas ini.

Dengan Wabah seperti ini kita diajarkan untuk berbagi ditengah keterbatasan yang tadinya berpikir individu tetapi kita kembali berubah  untuk saling mendukung dan saling membantu  satu sama lain.

Namun yang dikwatirkan jangan sampai banyak Ibu hamil yang melahirkan di rumah, sehingga kami sudah bahas bersama Ibu Bidan dan Kepala Desa untuk tetap dipantau jangan sampai fokus pada covid jadi dilupakan stunting, Ibu bersalin, Imunisasi dan DBD. Jelasnya.

Harapan drg. Imelda agar masyarakat tetap mengikuti arahan pemerintah untuk tetap pakai masker, jaga jarak selalu cuci tangan, tetap di rumah dan jangan kemana-mana yang tidak penting harapnya.

Penulis: Yulius Tamonob.


0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot