drh. Nur Hartanto: Pengiriman Sapi Tahun 2019 terhitung 59.100 Ekor



Berita-Cendana.com - Kupang,- Pimpinan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang drh. Nur Hartanto. MM menyampaikan kepada media ini bahwa, pengiriman sapi pada tahun 2019 terhitung 59.100 ekor.

Pengiriman melalui pelabuhan Kupang, Pelabuhan Wini, Pelabuhan Atapupu dan Palabuhan Waingapu. Kalau Daratan Flores tidak masuk di wilayah kami jadi data kami tidak mempunyai. Hal ini disampaikan oleh Pimpinan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang di ruang kerjanya Rabu, 06/05/2020.

Tujuan pengirimannya ternak sapi kita ini ke Sulawesi, Samarinda, Banjarmasin dan Jakarta. Sedangkan data sejak Januari 2020 sampai sekarang yang tercatat 9.200 ekor sapi yang dikirim.

"Pengiriman pada bulan Maret, April dan Mei meningkat  karena itu persiapan untuk hari kurban tentunya kebutuhan menigkat".

Kalau produksi sapi yang masuk ke Kupang ini dari Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang sedangkan Kabupaten TTU, Belu, Malaka itu pengiriman melalui Pelabuhan Wini dan Pelabuhan Atapupu, itu sudah dibagi oleh Dinas Peternakan Provinsi, kata Nur.

Lanjutnya, kondisi penyakit untuk Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTS itu kondisi penyakit itu renda kalau Kabupaten TTU, Belu, Malaka itu tinggi  sehingga dinas peternakan provinsi membagi untuk tidak boleh melalui Tanou sini.

Selain itu, persiapan untuk hari Kurban itu disiapkan oleh dinas peternakan dan dokter-dokter hewan juga sudah disiapkan untuk periksa hewan-hewan yang akan di potong dan sudah dipotong juga melakukan pemeriksaan itu kami selalu bersama dengan dinas.

Harapan kami dengan kondisi covid-19 ini juga, para peternak tetap berusaha karena pasarnya tetap ada maka selalu jaga ternak masing-masing dan terutama itu kebersihan dan juga tetap menjaga jarak sesuai instruksi Pemerintah. Dan juga para pengusaha ternak untuk mengirimkan ternak ke Kalimantan dan Jakarta juga menjaga tenaga kerjanya sehingga ketika pulang jangan langsung masuk ke rumahnya atau ke masyarakat tetapi diisolasi dulu.

Lanjut Hartanto, supaya bisa memberikan rasa aman bagi keluarga, masyarakat dan petugas di sini juga agar kita saling menjaga kesehatan. Dan kita ketahui bersama bahwa di NTT aman karena yang kena itu yang berdatangan dari zona merah bukan yang ada di NTT terkait Covid-19 ini. Tutup Hartanto.

Penulis: Yulius Tamonob.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot