Ir. Ikram Malan Sengadji: Pada Masa Covid-19 Pendapatan Nelayan Menurun



Berita-Cendana.com - Kupang,- Pimpinan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Wilayah Indonesia bagian Timur Ir. Ikram Malan Sangadji. M.Si menyampaikan kepada media  bahwa, pendapatan para nelayan pada massa pandemik covid 19 ini menurun.

Karena biaya operasional tetap, hasil penangkapan juga tetap tetapi di pasar harga ikan menurun, harga solar masih stabil ikan juga murah dan pembeli juga kurang. Hal ini disampaikan oleh pimpinan BKKPN di ruang kerjanya Rabu, 06/05/2020.

BKKPN Kupang juga menindak lanjuti instruksi Menteri Perikanan dan kelautan tentang penangana covid-19 dengan metode turun bertemu masyarakat yang kena dampak covid- 19 dengan cara mereka. Kami dari BKKPN menyiapkan nasi ikan perhari 150 bungkus, kemudian kami turun bertemu masyarakat nelayan untuk saling berdiskusi dan memberikan kekuatan agar supaya masyarakat jangan merasa kesendirian tetapi masih ada pemerintah yang peduli juga  dengan keadaan masyarakat tersebut. jelas Sangadji.

Lanjutnya, kalau pemerintah sudah bertemu langsung dengan masyrakat tentunya secara psikologi masyrakat tetap percaya diri dan katakan bahwa saya ini tidak sediri tetapi masih ada pemerintah. Kami juga selalu turun sampai di desa-desa dan kelurahan untuk turut merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

Selain itu,  pada saat kondisi normal pendapatan masyarakat nelayan stabil tetapi dengan kondisi tidak normal secara psikologi berubah akibat pendapatan menurun.

Dikarenakan jumlah orang dirumah bertamba,  kebutuhan beras bertamba, air bersih dan listrik juga bertamba. Kemudian dia tidak punya masker rata-rata di rumah 5-7 orang jadi kalau membeli masker 1 atau 2 maka ributlah dirumah maka mereka memilih lebih baik tidak ada masker dari pada membeli masker tetapi terjadi keributan di rumah.

"Kalau nelayan tidak punya masker dan  dia mau mensuplai ikan di pasar ia beban psikologi karena dia melihat semua orang menggunakan masker lalu ia tidak pasti dia terbeban dan tidak percaya diri".

Sasaran yang dilakukan pembagian nasi dan diskusi sekalian penguatan kami itu di desa-desa dan kelurahan yang ditempati oleh para nelayan. Kegiatan ini sudah berlangsung enam hari. Kegiatan ini serentak di seluruh Indonesia.

Kami sudah berpikir tentang nelayan sesudah covid ini berakhir karena pendapatan sudah menurun dan dia tidak saja beli makan tetapi dia harus beli alat pancing memilihara mesin, bodi kapal," saya belum tahu tentang kebijakan pemerintah namun kementerian perikanan dan kelautan sudah bersedia untuk menyikapi kondisi masyrakat nelayan. Jelasnya.

Penulis: Yulius Tamonob.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot