Akibat Covid-19, Aktivitas Publik Dan Perhotelan Di Kota Kupang Lumpuh Total



Berita-Cendana.com - Kupang,-Pandemi covid-19 memaksa usaha perhotelan khususnya yang ada di Kota Kupang lumpuh total, sehingga terjadi defisit pemasukan yang menyebabkan beberapa hotel -hotel besar seperti hotel Swiss belin, hotel on the rock, hotel aston, hotel sasando maupun hotel sylvia terpaksa merumahkan karyawannya bahkan melakukan PHK terhadap daily worker atau pekerja harian lepas demi menghemat pengeluaran.

saat ini manusia dihadapkan pada sebuah dinamika baru pada era kehidupan baru atau new normal yang mana penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari adalah suatu hal yang wajib dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 namun new normal bukan berarti segala aspek kehidupan khususnya bidang perekonomian dengan mudah mengalami recovery akan tetapi membutuhkan waktu yang lama sesuai dengan adaptasi terhadap pola kehidupan baru secara bertahap.

Aktivitas publik terpaksa dibatasi dengan diberlakukannya social distancing /phisical distancing, Hal ini sudah tentu sangat kontradiksi dengan kehidupan normal yang sesungguhnya.

Saat ini manusia dihadapkan pada sebuah dinamika baru pada era kehidupan baru atau new normal yang mana penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari adalah suatu hal yang wajib dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 namun new normal bukan berarti segala aspek kehidupan khususnya bidang perekonomian dengan mudah mengalami recovery akan tetapi membutuhkan waktu yang lama sesuai dengan adaptasi terhadap pola kehidupan baru secara bertahap.

Momentum kesulitan ditengah pandemi covid-19 yang dialami oleh para buruh perhotelan yang terdampak parah menyebabkan hidup semakin sulit sehingga hal ini menimbulkan empati maupun simpati institusi Polri untuk mengadakan kegiatan bantuan sosial melalui subdit sosbud direktorat Intelkam Polda NTT yang melaksanakan kegiatan penyaluran sembako kepada beberapa buruh di Hotel Swiss belin, hotel on the rock, hotel aston, hotel sasando maupun hotel sylvia. Untuk saat ini sudah tidak bekerja lagi akibat terdampak covid -19 yang mana beberapa buruh tersebut adalah terdampak parah.

Para stake holder seluruh instansi merupakan instrumen penting dalam membantu meringankan beban publik khususnya para buruh perhotelan dan diharapkan kedepannya agar secara kontinyu terus membuat kebijakan melalui program bantuan sosial selama masa pandemi covid-19. (***)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot