Populasi Sapi, TTS Urutan 2 Namun Minim Obat Vaksinasi

Berita-Cendana.com- Soe,- PLT Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Timor Tengah Selatan  drh. Diantar A.S. Ati Kepada media ini bahwa, populasi sapi TTS berada di urutan 2 sesudah Kabupaten Kupang namun minim obat vaksinasi, dengan perubahan cuaca ini sangat mempengaruhi kesehatan hewan tentu membutuhkan vaksin.


Hal ini disampaikan di ruang kerjanya pada hari Senin, 21/12/2020 Pagi. Dengan perubahan cuaca ini tentunya Dinas ini membutuhkan obat vaksin untuk melakukan vaksinasi hewan baik itu sapi, babi kambing dan ayam.


Sayangnya obat vaksin sangat kurang. Di Kabupaten TTS ini memiliki populasi sapi berjumlah 200.115 ekor tetapi obat vaksin yang ada sejumlah 65.000 dosis saja tentunya untuk 65.000 ekor sapi saja jadi ada 135.000 ekor sapi yang tidak tervaksinasi nantinya. Bagaimana kita meningkatkan populasi sapi untuk menjadi urutan 1, karena pada tahun-tahun yang silam TTS berada pada posisi urutan 1. Kesal PLT Kadis ini.


Sedangkan untuk ternak babi  populasi 

200.000 ekor lebih dan vaksin hanya 32.000 tentunya 32.000 ekor babi yang akan mendapat vaksinasi. Selain itu Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan mengharapkan kepada masyarakat TTS yang hewannya mengalami penyakit segera laporkan kepada mantri desa untuk melakukan vaksinasi. Ungkap Kadis.


Lanjutnya, memang benar kita di TTS obat sangat kurang tetapi kita tetap berusaha untuk melakukan pelayanan semaksimal mungkin, atau bisa laporkan ke petugas kecamatan karena setiap kecamatan ada 1 orang yang bertugas, kecuali Kecamatan Kie dan Kuanfatu. Jadi bisa terbantu yang penting masyarakat melaporkan untuk memperoleh pelayanan vaksinasi. Ungkap Ari Ati.


Ada dokter hewan juga berada di 11 Kecamatan jadi bisa melaporkan untuk dilayani, seperti di Panite, Kolbano, Mollo Utara, Kuatnana, Toianas, Oenino, Tobu, Fatukopa, Bena, Amanuban Selatan, Kualin. Selain petugas kesehatan dokter hewan juga ada. Jelas PLT Kadis.


Disisi lain PLT Kadis menghimbau kepada seluruh masyarakat yang sementara ini memasuki perayaan Natalan dan Tahun baru bersama keluarga namun diharapkan untuk tidak boleh potong hewan produktif karena kalau potong berarti sama saja kita memotong pabrik. Karena TTS ini kita ketahui bahwa penghasilan kita itu di peternakan. Jadi alangkah lebih baik jaga hewan produktif demi masa depan kita bersama. Jelasnya.


Penulis: Yulius Tamonob.


0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot