Aznil Tan : "Kasus Perdagangan Organ Tubuh pada PMI NTT Jadi Bahaya Laten"

Berita-Cendana.com- TTS,-  Sindikat  pencurian dan perdagangan organ tubuh masih menjadi momok bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut disampaikan oleh Tenaga Profesional BP2MI Aznil Tan pada launching Sekolah PMI di Desa Nunleu Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (9/9/2021).


"Kasus yang selalu mencuat pada PMI di NTT adalah pencurian dan perdagangan organ tubuh PMI. Ini  masih menjadi momok yang harus diwaspadai bagi yang mau bekerja di luar negeri," kata dia kepada media usai peresmian Sekolah PMI oleh Bupati Egusem Pieter Tahun. 


Menurut Aznil Tan, sindikat penempatan PMI ilegal masih berkeliaran merekrut penduduk desa dengan iming-iming gaji besar bekerja di luar negeri. Praktek tersebut menjadi bahaya laten merusak peluang bekerja di luar negeri. 


"Masyarakat desa yang awam masih jadi makanan empuk para sindikat human trafficking membujuk bekerja ke luar negeri dengan diiming-iming gaji besar. Sementara tidak ditempatkan secara legal, sehingga mereka jadi korban perbudakan dan bahkan korban pencurian atau perdagangan organ tubuh. Ini bahaya laten mengancam dunia migran Indonesia, terutama di NTT," ujarnya.


Lebih lanjut Aznil Tan menyampaikan NTT sering berulang mencuat kasus dugaan pencurian dan perdagangan organ tubuh PMI. Pada tahun 2015 Jokowi pernah memerintahkan Kapolri untuk mengungkap pencurian organ tubuh menimpa PMI Yufrinda Sela lalu pengadilan memvonis 15 pelaku bisnis.


"Presiden Jokowi tegas memerintahkan Benny Rhamdani sebagai Kepala Badan BP2MI untuk melindungi PMI. Apalagi Presiden pernah  mengetahui langsung pengungkapan kasus pencurian organ tubuh pada Yufrinda Selan umur 19 tahun. Maka BP2MI fokus memerangi sindikat penempatan PMI secara ilegal," jelas Aznil Tan.


Dedengkot Aktivis 98 ini menerangkan pendirian Sekolah PMI di pelosok desa sebagai benteng pertahanan masyarakat atas bujuk rayu sindikat PMI/TKI. 


"Bentuk hadirnya negara, BP2MI mendirikan sekolah PMI di pelosok desa sebagai kantong PMI. Sebagai pilot project, BP2MI membentuk di desa Nunleu  yang mana barusan diresmikan oleh Bupati Timor Tengah Selatan. Sekolah ini adalah benteng masyarakat  mencegah sindikat PMI merekrut warga bekerja ke luar negeri secara ilegal, " urainya lebih lanjut.


Pada peresmian Sekolah PMI  oleh Bupati TTS Egusem Pieter Tahun disambut antusias oleh masyarakat.  Ratusan masyarakat Nunleu hadir menyaksikan peresmian dengan prokes Covid-19 dan didampingi Muspinda TTS. Dari BP2MI sendiri hadir Deputi Asia Afrika Gatot, Tenaga Profesional Aznil Tan, Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan Dr. Servulus Bobo Riti. Sementara dari Pemprov NTT dihadiri oleh Dinaskertrans Sylvia Peku Djawang.(***).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot