Berita-Cendana.Com- Kupang,– Tingginya minat calon mahasiswa pada gelombang pertama dan kedua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026/2027 menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT.
Demikian disampaikan langsung oleh Rektor UPG 1945 NTT, Dr. Ully J. Riwu Kaho, SP., M.Si usai berdiskusi dengan Ketua Badan Pengelola Harian (BPH) UPG 1945, Dr. Semuel Haning, SH., MH.
Rektor menegaskan bahwa kampusnya menghadirkan konsep “pendidikan murah tapi tidak murahan”. Menurutnya, langkah ini diambil untuk menjawab tantangan besar dunia pendidikan di NTT.
“Kami bersyukur antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hal ini sejalan dengan misi mendukung program wajib belajar 12 tahun, bahkan mendorong kelanjutan pendidikan ke perguruan tinggi. Data menunjukkan dalam dua tahun terakhir, angka putus sekolah di NTT mencapai 50%, dan hanya sekitar 3% yang melanjutkan ke jenjang tinggi. Ini jauh di bawah rata-rata nasional dan menjadi tantangan bagi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah,” jelasnya.
Menyikapi tingginya biaya pendidikan di perguruan tinggi lain, UPG 1945 menghadirkan sejumlah keunggulan:
✅ Biaya terjangkau tanpa mengorbankan standar mutu
✅ Beasiswa prestasi bagi mahasiswa berprestasi agar tidak terhambat masalah ekonomi
✅ Jaminan perlindungan mencakup bantuan kesehatan hingga santunan duka cita, satu-satunya di NTT
✅ Kompetensi lengkap: Lulusan tidak hanya berijazah, tetapi dilengkapi sertifikat keterampilan non-akademik (olahraga, seni, kepenulisan, penelitian) yang siap bersaing di dunia kerja
Rektor menegaskan bahwa kualitas lulusan UPG 1945 telah teruji. Banyak alumni yang kini menjabat sebagai kepala daerah, anggota DPR, serta tenaga profesional di berbagai instansi, baik di dalam maupun luar NTT.
“Kami terus berinovasi agar lulusan kami tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga memiliki karakter dan keahlian praktis. Kami buktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak harus mahal,” tegasnya.
Hingga saat ini, UPG 1945 NTT masih membuka pendaftaran Gelombang Ketiga bagi calon mahasiswa yang belum mendaftar. Ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda NTT untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan memutus rantai rendahnya angka partisipasi pendidikan di daerah.(BCC/Tim Redaksi)

Posting Komentar