Berita-Cendana.Com – Soe, – Kerusakan parah ruas jalan Oenitas, Desa Kokoi, Kecamatan Amanatun Selatan, yang menyebar luas lewat video viral pada Sabtu, 20 Juni 2026, mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kurang dari sehari setelah kondisi jalan yang dipenuhi bebatuan dan tergenang air bagaikan sungai itu tersebar, Bupati Eduard Markus Lioe, S.IP., SH., MH., langsung turun meninjau lokasi.
Jalan ini menjadi urat nadi penghubung penting tidak hanya bagi warga Amanatun Selatan, tetapi juga melayani mobilitas masyarakat dari Kecamatan Nunkolo, Boking, hingga perbatasan Kabupaten Malaka. Kerusakan yang terjadi membuat akses transportasi lumpuh total, melumpuhkan perputaran ekonomi dan menyulitkan warga, terutama calon mahasiswa yang membutuhkan perjalanan untuk mendaftar ke perguruan tinggi di Kupang, TTS, maupun Timor Tengah Utara.
Dalam video yang beredar, seorang warga merekam kondisi jalan sambil berucap lantang, “Oenitas lagi ini… aduh Tuhan,” menggambarkan keprihatinan yang sudah dirasakan bertahun-tahun.
Tanggapan Cepat dan Harapan Solusi Jangka Panjang
Usai meninjau, Bupati TTS menyatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah berkoordinasi erat dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera menurunkan alat berat guna membuka akses sementara.
“Kami memahami betul betapa vitalnya jalan ini. Kelancaran akses adalah kunci bagi ekonomi masyarakat dan juga kesempatan pendidikan generasi muda. Oleh karena itu, kami bergerak cepat untuk menanganinya,” tegas Bupati.
Meskipun tindakan segera diambil, warga dan pengamat menekankan bahwa perbaikan sesaat tidak akan menyelesaikan akar masalahnya. Ruas jalan ini diketahui sudah rawan longsor sejak sekitar tahun 2000 atau selama 26 tahun terakhir. Setiap musim hujan, kerusakan hampir selalu terulang karena penanganan yang belum tuntas.
“Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup juga terlibat. Perlu ditanam pohon penahan tanah seperti bambu dan bitung agar longsor tidak terus terjadi. Jangan hanya memperbaiki aspal, tapi biarkan alam kembali dijaga,” ujar perwakilan warga.
Bupati menyatakan sepakat bahwa dibutuhkan konsep perencanaan yang matang. “Ini bukan masalah baru. Kita butuh gagasan dan solusi yang tepat agar jalan ini tidak rusak terus-menerus dan menjadi beban berkala bagi masyarakat,” pungkasnya.(*).

Posting Komentar