Komunikasi Terakhir Yerdi dengan Mama: Obrolan Malam Hingga Dini Hari, Kematiannya Masih Misterius

 

Berita-Cendana.Com – Kupang, – Kenangan percakapan panjang lewat panggilan video kini menjadi luka mendalam yang tak terhapuskan bagi keluarga besar Yerdi Efrosina Beukliu. Obrolan hangat yang berlangsung berjam-jam itu ternyata menjadi komunikasi perpisahan terakhir, sebelum nyawa gadis muda itu melayang secara misterius di kamar kosnya di wilayah Kelapa Lima, Kota Kupang. Hingga kini, keluarga masih diliputi tanda tanya besar mengenai penyebab pasti kematian yang menimpa putri mereka.

Peristiwa bermula pada Jumat malam, 9 Mei 2026, sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu, Yerdi menghubungi ibundanya yang berada di Kampung Muni, Desa Muna, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, menggunakan panggilan video melalui telepon genggam milik kakak kandungnya, Herodias Beukliu. Percakapan akrab ibu dan anak itu berlangsung sangat lama, berlanjut hingga dini hari Sabtu, 10 Mei 2026 sekira pukul 01.00 Wita.

Dalam pembicaraan yang terasa biasa saja namun penuh kasih sayang itu, keduanya membahas berbagai hal. Mulai dari kabar perkuliahan Yerdi, pesan-pesan sang ibu agar anaknya senantiasa menjaga kesehatan, memperhatikan pola makan yang baik, hingga nasihat agar berhati-hati dan bijak dalam bergaul. Di sela-sela obrolan, Yerdi juga sempat mengeluhkan rasa sakit gigi yang sedang ia derita kala itu. Sang ibu pun menasihati dan mendoakan agar putrinya segera membaik, tanpa sedikit pun menduga bahwa momen itu adalah pertemuan terakhir mereka lewat layar ponsel, beber Ibunya.

Setelah sambungan terputus, kecemasan mulai merayap. Sejak percakapan itu berakhir, nomor telepon pribadi Yerdi sama sekali tidak bisa dihubungi dan dalam keadaan tidak aktif. Merasa ada sesuatu yang tidak beres dan firasat buruk yang semakin kuat, ibunya segera meminta bantuan saudara sepupu Yerdi yang berada di Kota Kupang untuk mendatangi dan mengecek langsung keberadaan anaknya di tempat kosnya di Kelapa Lima.

Sesampainya di lokasi, saudara sepupu itu segera mendatangi kamar Yerdi dan mengetuk pintu berulang kali dengan suara cukup keras. Namun, tidak ada jawaban, sahutan, atau tanda-tanda kehidupan apa pun dari dalam ruangan. Kecurigaan semakin memuncak mengingat pintu kamar terkunci dari dalam, namun penghuninya sama sekali tidak memberikan respon, ujar Kakak Kandung Yerdi.

Dalam ketidakpastian yang mencekam itu, saudara sepupu kembali menghubungi ibunya Yerdi dan melaporkan kondisi di lapangan. Mendengar kabar tersebut, sang ibu yang diliputi rasa khawatir namun tegas langsung memberi izin dan meminta agar pintu itu dibuka paksa. "Dobrak saja pintunya, itu saudaramu sendiri, bukan orang lain," pesan tegas sang ibu kala itu.

Dibantu oleh beberapa penghuni kos lainnya, pintu kamar pun akhirnya berhasil didobrak terbuka. Pemandangan yang menyayat hati langsung menyambut mata mereka. Di dalam ruangan, Yerdi ditemukan terbaring di lantai dalam posisi tertelungkup, tangan kanan dan kirinya memegang erat bagian perut sepertinya menjerit kesakitan, serta dalam keadaan tanpa busana.

Kejadian mengejutkan itu langsung dilaporkan kepada Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, kemudian diteruskan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Pihak Polresta Kupang segera turun ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan keterangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak 11 orang saksi yang dianggap mengetahui informasi terkait korban maupun kejadian tersebut. Meski demikian, penyebab pasti kematian Yerdi Efrosina Beukliu belum diketahui secara jelas dan belum ada keterangan resmi yang diungkapkan penyidik. Motif, kronologi lengkap, dan faktor yang menyebabkan meninggalnya gadis itu masih menjadi misteri besar yang terus ditunggu kejelasannya oleh keluarga maupun masyarakat luas.(*).


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot