Peduli Lingkungan, SMPN 8 Kota Kupang Terapkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

 

Berita-Cendana.Com – Kupang – SMP Negeri 8 Kota Kupang terus mengukir prestasi dan memberikan contoh nyata dalam menjaga kelestarian alam melalui program unggulan berjudul “Spenlab Peduli Bumi, Sampahku Tanggung Jawabku”. Inovasi ini berhasil meraih Juara 1 Kupang Innovation Award Tahun 2024 untuk kategori Pelayanan Publik, sekaligus menjadi bukti nyata mendukung Visi Pemerintah Kota Kupang 2024–2029 mewujudkan “Kupang Rumah Bersama yang Bersih, Hijau, Aman, Sehat, Berbudaya, Tangguh, dan Sejahtera”.

Kepala SMP Negeri 8 Kota Kupang, Dra. Maria Th. Roslin Lana, menyampaikan hal tersebut kepada wartawan pada Rabu, 8 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan semangat untuk menjadikan gerakan ini berkelanjutan dan terintegrasi langsung ke dalam kurikulum pembelajaran melalui modul ajar pengelolaan sampah dan kesehatan lingkungan.

Gerakan ini bermula dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan, di mana Indonesia menjadi salah satu penghasil sampah plastik terbesar serta sejarah Kota Kupang yang sempat mendapat predikat kota terkotor. Sejak 10 Januari 2022, pihak sekolah memberlakukan aturan tegas mengurangi sampah plastik sekali pakai. Seluruh warga sekolah wajib membawa wadah makan dan botol minum isi ulang, kantin dilarang menggunakan kemasan plastik, dan penyajian untuk tamu dilakukan secara prasmanan.

Sebagai penunjang pelaksanaannya, tersedia 8 unit bak sampah yang dikelompokkan berdasarkan jenisnya: organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya Beracun (B3). Sampah tidak lagi hanya dibuang begitu saja, melainkan diolah langsung di lingkungan sekolah. Sampah organik diubah menjadi pupuk bokashi yang kemudian digunakan untuk menyuburkan tanaman sayur dan bunga di kebun sekolah. Melalui kerja sama dengan Politeknik Pertanian Kupang, kualitas pengolahan ini terus ditingkatkan. Selain itu, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, siswa mendapat edukasi tentang bahaya mikroplastik. Bahkan limbah plastik berhasil diubah menjadi perabot sederhana yang meraih Juara 3 lomba Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi NTT.

Pada hari yang sama, Koordinator Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Kupang, Maurits E. Floris, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, pola pengelolaan yang diterapkan sangat tepat karena mengolah sampah sejak di sumber, bukan hanya membuangnya ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

“Prinsipnya: habis di depan, jangan sampai terbawa ke TPS. Seperti yang dilakukan SMP Negeri 8 ini sangat bagus. Sampah diolah di tempat, sehingga dapat mengurangi risiko timbulnya penyakit menular. Ini yang menjadi harapan pemerintah daerah,” tegas Maurits.

Ia menambahkan, pembiasaan yang diajarkan di sekolah akan berdampak luas. “Jika siswa terbiasa mengelola sampah dengan baik, kebiasaan itu dibawa pulang ke rumah. Kalau halaman rumah bersih, maka lingkungan RT, RW, hingga kelurahan pun ikut bersih. Akhirnya Kota Kupang secara keseluruhan menjadi kota yang bersih dan sehat,” jelasnya.

Pengawas itu juga menekankan bahwa pengolahan sampah bukan berarti dibakar, melainkan dimanfaatkan kembali. “Bahkan bisa memberikan nilai tambah, misalnya dijual untuk membeli buku atau kebutuhan lainnya. Namun yang paling utama adalah proses mengubah pola pikir dan kebiasaan, bukan sekadar hasilnya,” tambahnya.

Maurits menegaskan akan mendorong seluruh SMP se-Kota Kupang untuk meniru langkah ini. “Ini selaras dengan misi pemerintah membangun lingkungan yang berkelanjutan sekaligus membentuk generasi muda yang bertanggung jawab. Kami dukung penuh agar inovasi ini terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas,” pungkasnya.(**).

 


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot