Berita-Cendana.Com- Soe, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memastikan perbaikan jalan yang terputus akibat longsor di wilayah Sanbet Fatuoni menjadi prioritas kemudian dilanjutkan Santian dan Nenotes akan segera diselesaikan secara bertahap guna memperlancar akses transportasi warga. Hal ini ditegaskan Kepala BPBD TTS, drh. Dianar A.S Ati saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa pagi (28/7/2026).
Menurut Dianar, pihaknya telah berkoordinasi erat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten TTS. Sempat terjadi kendala teknis berupa kerusakan alat berat yang menghambat pelaksanaan, namun saat ini kendala tersebut sudah teratasi dan peralatan kerja telah disiapkan dengan optimal.
"Prioritas utama kami adalah menyelesaikan perbaikan di titik-titik kritis terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke wilayah Nenotes dan sekitarnya. Penanganan dilakukan secara bertahap agar pekerjaan rapi dan tetap aman, tujuannya agar jalur transportasi masyarakat kembali lancar," ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya yang dilakukan saat ini merupakan penanganan darurat untuk mengembalikan fungsi jalan sementara waktu. Sementara untuk penanganan jangka panjang yang meliputi perbaikan struktur dan konstruksi yang lebih kokoh, akan dilaksanakan sepenuhnya oleh dinas teknis terkait.
Pihaknya juga berharap alokasi anggaran Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) pada tahun mendatang dapat ditingkatkan, sehingga perencanaan dan penanganan titik rawan bencana dapat dilakukan lebih matang, cepat, dan menyeluruh mencakup rehabilitasi serta rekonstruksi pasca bencana.
Terkait kondisi cuaca, Dianar mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor terutama di area pemukiman untuk tetap waspada. Hujan dengan intensitas variatif masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah timur TTS, sehingga risiko pergerakan tanah tetap ada.
"Saya mengajak seluruh warga untuk tetap siaga dan waspada terhadap kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan. Utamakan keselamatan dan segera hindari lokasi yang terlihat mulai retak atau berpotensi longsor saat hujan turun deras," pesannya.
Dianar berharap kerjasama dan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat dapat meminimalisir risiko kerugian lebih lanjut, sementara pemerintah terus berupaya memulihkan akses dan fasilitas umum yang terdampak bencana. (*)

Posting Komentar