Berita-Cendana-Com- Kupang,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru per 8 September 2026 pukul 05.00 WIB, mencatat total 13.504 kali gempa susulan telah mengguncang wilayah Flores sejak gempa utama bermagnitudo M7,7 pada 15 Agustus 2026. Meskipun jumlahnya luar biasa, BMKG menegaskan aktivitas kegempaan mulai menunjukkan tren penurunan.
Data Resmi BMKG, Per 8 September 2026
Parameter Rincian
Total Gempa Susulan 13.504 kali
Magnitudo Terbesar M6,2
Magnitudo Terkecil M0,9
Gempa M >5, 36 kali
Gempa yang Dirasakan Warga 179 kali.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyatakan bahwa grafik penurunan gempa mulai memperlihatkan pola penurunan aktivitas yang signifikan pada minggu keempat pascabencana. Namun demikian, BMKG memperkirakan gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam 3–4 minggu ke depan, dan diperlukan waktu sekitar satu bulan lagi hingga kondisi lempeng tektonik benar-benar kembali stabil.
"Aktivitas gempa sudah mulai turun, bukan berarti sudah berhenti sepenuhnya. Masyarakat tetap diminta waspada dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab” ujar Arief Tyastama, Kepala Stasiun Geofisika Kupang.
Data Korban & Kerusakan, BNPB per Awal September 2026 dengan Rincian
Meninggal Dunia (Langsung) 48 orang
Meninggal Tidak Langsung 87 orang (penyakit bawaan, dll)
Luka-luka 1.678 orang
Pengungsi 72.864 jiwa (menurun dari puncaknya 179.073)
Total Rumah Terdampak 102.384 unit
— Rusak Berat 24.597 unit
— Rusak Sedang 18.537 unit
— Rusak Ringan 34.778 unit
— Terverifikasi 51.591 unit
Fasilitas Pendidikan Rusak 93 unit
Fasilitas Kesehatan Rusak 36 unit
Wilayah terparah: Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo.
Bantuan & Komitmen Pemerintah
- Presiden Prabowo kucurkan Rp200 miliar: Rp40 miliar untuk Pemprov NTT, Rp20 miliar masing-masing untuk 8 kabupaten terdampak.
- Bantuan perbaikan rumah: Rusak ringan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, rusak berat dibangunkan kembali.
- Kemensos kirim bantuan logistik senilai Rp1,23 miliar berupa makanan, tenda, selimut, kasur, dan perlengkapan keluarga.
- PMI kerahkan bantuan darurat internasional senilai CHF 699.681 (sekitar Rp12 miliar), mencakup tempat berlindung sementara, bantuan tunai, dan layanan kesehatan psikososial.
- Pembelajaran berjalan di tenda darurat, layanan trauma healing dan dukungan psikososial terus diberikan kepada warga, ibu-ibu, dan anak-anak penyintas.
"Kita harus bersabar dan saling menguatkan. Walaupun aktivitas mulai menurun, kewaspadaan tidak boleh kendur. Seluruh pihak terus bekerja sama demi keselamatan warga Flores”.(*).

Posting Komentar