Iklan

Politik

Resmi Dilantik, Clara Yunita Tefa Ajak Kader PMKRI Kupang "Terlahir Kembali" dalam Semangat Pembenahan dan Perjuangan

, November 06, 2026 WIB Last Updated 2026-11-06T12:33:31Z

Berita‑Cendana.Com- Kupang,- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius periode 2026/2027 resmi dilantik pada Kamis, 5 November 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Moderator PMKRI Cabang Kupang, Romo Hironimus Taolin, Pr.

Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan kembali arah perjuangan PMKRI bagi Gereja dan Tanah Air.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang yang baru dilantik, Clara Yunita Tefa, mengangkat tema "Terlahir Kembali" sebagai refleksi perjalanan sejak awal pencalonan hingga saat ini.

Menurut Clara, terlahir kembali bukan sekadar refleksi pribadi, melainkan awal dari ziarah iman, pertobatan terus‑menerus, dan kehidupan yang dipimpin Roh Kudus. Nilai tersebut harus menjadi fondasi sekaligus motor penggerak bagi setiap kader dalam menjalankan perannya di tengah Gereja dan masyarakat.

"PMKRI adalah pohon yang sejuk bagi banyak orang untuk berlindung. Karena itu, jangan biarkan pohon ini menjadi gersang, gersang karena kurang perhatian, karena saling sikut‑menyikut, serta karena hilangnya kepekaan dan semangat fraternitas."

Clara mengajak seluruh kader, fungsionaris, senior, dan alumni untuk kembali menyatukan semangat, memperkuat persaudaraan, serta membangun kesadaran kolektif demi PMKRI yang lebih baik. Ia juga menegaskan pentingnya prinsip Preferential Option for the Poor, keberpihakan nyata kepada mereka yang paling lemah, miskin, dan tertindas dalam setiap persoalan sosial, ekonomi, maupun politik. Namun sebelum berjuang ke luar, pembenahan internal organisasi harus didahulukan.

Romo Hironimus Taolin, Pr., dalam sambutannya menekankan bahwa kepengurusan tidak boleh berhenti pada struktur dan nama jabatan saja. Setiap presidium harus mampu menerjemahkan kepercayaan itu ke dalam program dan kegiatan konkret yang memberi dampak nyata.

"Setiap presidium sekurang‑kurangnya menjalankan satu kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab atas jabatan dan kepercayaan yang telah diberikan."

Beliau juga mendorong PMKRI Cabang Kupang untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh elemen Cipayung, organisasi kepemudaan (OKP) lokal, serta Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), agar gerakan keadilan semakin kuat dan bersuara lebih lantang.

Apollinaris Mau, Ketua Presidium Demisioner, berharap kepengurusan baru melanjutkan pembenahan organisasi, terutama mewujudkan pembangunan Marga Juang PMKRI sebagai rumah dan identitas perjuangan kader.

Selain itu, Jaqson Markus, Ketua GMNI Cabang Kupang, menegaskan pentingnya menjaga semangat kolaborasi antar sesama elemen Cipayung dan OKP dalam merespons persoalan sosial.

 Iqnas Jani Jadi, mewakili Senior & Alumni, mengingatkan bahwa PMKRI adalah wadah pembentukan kader, setiap anggota harus menunjukkan kedewasaan dalam berdinamika, baik di dalam organisasi maupun di masyarakat.

Aloysius Min, ketua Dewan Pertimbangan, menekankan kedisiplinan waktu bukan sekadar hal teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab organisasi. Keterlambatan dapat menghambat proses kaderisasi itu sendiri.

Berbagai pesan yang disampaikan dalam momentum pelantikan ini menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak hanya dituntut menyusun program kerja, tetapi membangun kembali fondasi organisasi melalui kedisiplinan, kerja nyata, kedewasaan kader, kolaborasi, dan keberpihakan sosial.

"Terlahir kembali, berbenah bersama, dan terus berpihak kepada mereka yang tertindas."(*).


Komentar

Tampilkan

  • Resmi Dilantik, Clara Yunita Tefa Ajak Kader PMKRI Kupang "Terlahir Kembali" dalam Semangat Pembenahan dan Perjuangan
  • 0

Terkini

Ads

float