Paguyuban Suku Batak, Peduli Stunting Dengan Membagi Kasih




Beritacendana.com- NTT,- Paguyuban Suku Batak di Kabupaten Ende Peduli Stunting dengan melakukan Kunjungan pada sejumlah Panti Asuhan dan Pesantren di Kota Ende yang terkenal Danau 3 warna itu.

Paguyuban Suku Batak (Punguan Batak Saroha) Kabupaten Ende, melakukan kunjungan pada Rabu, 15/01/2020, di dua pantai asuhan dan satu pesantren diantaranya Panti Asuhan Nuanga Kasih, Pondok Pesantren Walisanga, Panti Asuhan Alma Budi luhur.

Keluarga Suku Batak Ende Lio membagi kasih seperti bahan- bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, telur, pakaian. Ini sebagai tindakan nyata dari paguyuban Keluarga Batak ini.

Sesuai Laporan Word Bank pada 2017 melaporkan bahwa Indonesia adalah Negara ke -4 di Dunia dengan jumlah balita stunting tertinggi. Jumlah stunting (kondisi gagal tumbuh anak balita disebabkan oleh malnutrisi kronis) hanya sedikit lebih rendah dibandikan dengan India, Pakistan dan Nigeria.

Atas dasar itu kami perlu melakukan sesuatu untuk bisa membantu menurunkan angka stunting yang tinggi ini, maka perlu kita seluruh stakeholder memperhatikan penanganan stunting bersama" jelas Dokter Bram.

Ketua Pungguan Batak Saroha berharap suku Batak bisa menjadi sahabat dalam mendukung kemajuan dan perkembangan Kabupaten Ende “ tutur Giatta Tarigan.

Ketua Punguan Batak Saroha Kabupaten Ende, peningkatan kemampuan akses (kemampuan suatu masyarkat memiiki sumber daya secara ekonomi maupun fisik untuk mendapat pangan bernutrisi) masih sulit terhadap  bahan makanan terutama masyarakat miskin harus di selesaikan agar kasus stunting di Indonesia segera teratasi.

Orang- orang yang tergabung dalam paguyuban adalah putra–putri daerah yang berasal dari suku Batak yang ada di  Sumatera Utara diantarnya Batak Toba, Batak Karo Batak Simalungun  yang merantau ke Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka penugasan ataupun menikah dengan Suku Lio atau Ende yang berasal dari Flores.

Dokter Bram Natanael Sembiring adalah Putra Batak yang mempersembahkan dirinya secara total dan tulus Iklas mengabdi di Puskesmas Maurole untuk menjawab  Program Nusantara Sehat yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

Saya selalu melaksanakan tugas dan tanggung jawab saya sebagai Dokter, tetapi saya juga selalu berpikir untuk membuat terobosan-terobisan baru demi menangani stunting di Kabupaten ini" jelas Dokter Bram.

Yulius Tamonob

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot