Stikom Uyelindo Kupang Melaksnakan Uji Kompetensi Profesi Pertama Kali Di NTT




Beritacendana.com- Kupang, Pertama kali dilaksanaka Ujian Kompetensi Profesi  di Nusa Tenggara Timur NTT di Kampus Stikom Uyelindo Kupang. Pertama kali ini dipreoritaskan para tenaga pengajar atau dosen. Kedepan kita akan buka untuk umum baik itu guru, dosen dan mahasiswa.

Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Informatika, Muhaemin, S. Kom., SH.,MM.,M. Kom menyampaikan kepada media ini bahwa, Stikom Uyelindo Kupang Melakukan Seminar Kebijakan BNSP tentang Sistem Sertifikasi Nasional Era Revolusi Industri 4.0 Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Stikom Uyelindo Kupang Selasa, 25/02/2020.

"Karena Ekonomi ini butuh skill aikiunya, wartawan juga bisa karena kalau kemampuan TIK bagus pasti dipercayakan karena kemampuan menggunakan dan mengola kata, mengola power poin, bisa dipercaya kalau ia pindah ke teman lain atau media lain".

Lanjut Muhaemin, "Kita diundang untuk verifikasi kompotensi supaya bisa menguji, mengajarkan agar orang bermain media sosial yang baik, dan para perangkat desa juga bisa membuat Website dan mengoperasikan komputer dengan baik dan benar". Supaya mereka bisa berpengakuan ketika berkipra di industri  dan di internasional saat melakukan awareness mereka sudah bisa.

Kalau sudah mendapatkan pengakuan tentunya mereka sudah punya nilai tamba dan itu bekal mereka untuk membuka usaha atau mau ke luar negeri juga lebih diakui karena sertifikat mereka berlogo nasional "burung garuda".

Proses sertifikasi yang pertama itu adalah pra asesmen dulu atau konsultasi untuk menunjukan kompotensi dulu, sudah cukup atau belum, kalau belum harus dipersiapkan dulu. Kalau proses sertifikat itu maksimalnya satu bulan ke BNSP untuk terbitka sertifikat tersebut.

Harapan kami bisa menghidupkan Ekosistem karena ini yang pertama harus mencipatakan SDM yang unggul. Kita mengadopsi pendidikan Nasional supaya diakui juga secara Nasional, supaya yang bersertifikat semua paham bahwa inilah yang dikerjakan sesuai kemampuan.

Kalau kita punya skill belum tentu nganggur, bila perlu lapangan kerja sempit tetapi dia bisa masuk karena dia punya kemampuan. Intinya kita kolaborasi untuk memicu sehingga masyarakat merespon tentunya bisa" Harap Muhaemin.

Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Bonardo Aldo Tobing menyampaikan kepada media ini bahwa,  Digitalisasi adalah Peluang, dikarenakan segala aktivitas digunakan digitakisasi baik motor, mobil juga menggunakan digitalisasi.

Pertumbuhan digitalisasi di Indonesia sangat tinggi sperti Setiap orang bisa memiliki HP sampai 3 dibandingkan rekening Bank. "Kami melihat bahwa masuknya daerah revolusi industri power poin ini, kedepan kita harus mengidentifikasi karena munculnya pekerjaan baru yang diprediksi sekitar 26 juta pekerjaan yang akan bermunculan dengan revolusi industri power poin jiro".

Kemudian kita juga harus mengidentivikasi standar kompetensi yang ada sudah relevan dengan pekerjaan baru yang akan bermunculan dan sistim ini juga harus menuju ke sistim digitalisasi sehingga kita mengikuti pertumbuhan jaman, sehingga kedepan kita melaksanakan asesmen dan uji kompetensi bisa melalui  digital elektronik" jelas Aldo.

Sedangkan sertifikasi juga menggunakan sistem  digitalisasi, kemudian kita juga harus berkolaborasi dengan Industri karena industri makin berkembang maka sertifikasi dan tenaga-tenaga pelatihan harus berkolabirasi dengan Industri agar Link and match itu tercipta di lembaga pendidikan dan pelatihan tersertigikasi dan masuk ke industri sudah cocok dengan kebutuhan.

Kita juga harus terapkan sistem data dan informasi yang terintegrasi   antar kemitraan lembaga. Standarnya mengacu kepada standar kompetensi kerja Nasional Indonesia (SKKNI) kalau SKnya sudah ada bisa dipakai sebagai acuan pelaksanaan uji kompetensi sehingga nanti dikatakan kompeten baru diterbitkan sertifikat kompetensi

Harapan dari Ketua Stikom Uyelindo Kupang Marinus I.J Lamabelawa, M.Cs.menyampaikan bahwa, kedepan kalau hal-hal yang dibutuhkan dari BNSP yang harus dilaksanakan ya kita laksanakan bersama. Kalau kedepan masyarakat mau melakukan pelatihan bisa kita laksanakan disini.

Kedepannya kalau ada pelatihan assesor tentunya kami mengirim dosen-dosen untuk assesor dulu, dan kalau sudah menjadi asesor baru bisa mengasesmen peserta-peserta. Kalau hari ini kita hanya internal saja  jadi peserta yang hadir untuk dosen sejumlah 33 orang dan juga ada 4 orang guru dari SMK Soe yang lagi magang di sini juga mengambil bagian dalam Ujian Sertifikasi ini.

Kedepan mahasiswa bukan hanya mendapatkan ijasah saja tetapi bisa dengan sertifikat juga, dan pada tahun ini juga kita akan ada Surat Pendamping Ijasah (SPI) untuk bisa jadi sarjana yang mempunyai kompetensi, minimal punya 1 Kompetensi yang dimiliki agar kelak nanti bisa bersaing di dunia kerja" jelas Ketua Stikom Uyelindo Kupang. (***)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot