drh. Artati Loasana, M.Si: Kamatian Babi Di NTT Mencapai 23. 568 Ekor

Berita-Cendana.com - Kupang,- Data terakhir 3 hari lalu kematian babi di Provinsi Nusa Tenggara Timur 23. 568 ekor yang mati, penyakit ini tidak ada obatnya jadi kalau satu ekor sudah mati tentunya akan mati semua dalam kandang, karena virus ini sangat ganas.

Hal ini di sampaikan oleh Plt Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT drh. Artati Loasana, M.Si di ruang kerjanya, Senin, 13/07/2020. Cara pencegahan adalah membersihkan kandang dengan disinfektan.

Data laporan kematian babi dari bulan Januari-Juni 2020, Kota Kupang, per Januari-Juni 2020 berjumlah 249 ekor, sudah ada hasil laboraterium,  Kabupaten Kupang, 2. 979. Kabupaten TTS 3.030 belum pemeriksaan sampel, Kabupaten TTU 1. 496. Kabupaten Malaka 731 belum pemeriksaan sampel, Kabupaten Belu 5.665. Instalasi Tarus 541 sudah ada hasil laboraterium, Kabupaten Alor 1.186 belum ada hasil laboraterium Kabupaten Sabu Raijua 489 belum ada hasil laboraterium, Kabupaten Rote Ndao 2.327 belum ada hasil laboraterium, Kabupaten Sumba Barat 2.679 belum ada hasil laboraterium, Kabupaten Sumba Barat Daya 2.046 belum ada hasil laboraterium Kabupaten Sikka 332.

Lanjut drh. Artati Loasana Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT bahwa, vaksin ASF ini di Indonesia bahkan di dunia saja belum ada vaksinnya, penyakit ini mulai dari Afrika pindah ke Cina dan sampai ke Indonesia, jadi obat sampai hari ini belum ada, jadi kita hanya bisa melakukan pencegahan dengan memyemprot kandang, tetapi bukan dinas yang melakukannya tetapi pemiliknya sendiri. Bukan Dinas yang melakukan itu, karena virus ini berpidah dengan sejumlah cara.

Di NTT, mulai dari Timor, Flores, Sumba, Rote, Sabu dan Alor sudah masuk, berdasarkan data di atas grafik kemungkinan akan naik terus karena sementara masuk di wilayah Flores.

Untuk sementara belum di anjurkan untuk mengisi kembali kandang-kandang yang kosong, jadi 2-3 bulan kedepan kita akan ambil sampel untuk melihat, kalau tidak ada laporan lagi bahwa ada kematian babi lagi tentunya virus sudah berlalu.

"Kita akan ambil sampel dan periksa babi-babi kalau tidak ada virus lagi tentunya virus sudah berlalu".
ASF pertama kali masuk di Pulau Timor yaitu di Kabupaten Belu, Malaka, TTU, TTS, Kupang dan Kota Kupang. Kita selalu menjaga agar jangan ke Flores, Alor, Sumba, Rote. Namun dengan lalulintas yang tidak dapat di hadang, hingga hari ini sudah sampai di Wilayah Flores. Tutup drh. Artati Loasana.

Penulis: Yulius Tamonob.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot