Perempuan Amanatun Tarik Mobil Pick Up yang Tidak Bisa Mendaki Jalan

Berita-Cendana.com-AMANATUN,- Kejadian menarik perhatian publik di mana perempuan tarik mobil pick up yang ditumpangi karena tidak bisa melintasi mendaki jalan pada musim hujan. Diketahui perempuan-perempuan ini adalah mahasiswa (IAKN) Kupang asal Amanatun yang baru pulang melakukan kegiatan Bakti Sosial Kemasyarakatan di Desa Nunleu.

Video berdurasi 43 detik itu sempat viral di Media sosial Whatsapp, video ini diabadikan oleh mahasiswi Institut Agama Kristen Negeri Kupang, (IAKN)  Wati Taniu pada hari Minggu, 06/12/2020. yang juga menumpang mobil pick up hitam itu. 


Menurut Wati, "Sebagai perempuan  saya takut dan juga sedih ketika melihat teman-teman menarik mobil". Saya meminta Pemerintah Kabupaten untuk memberikan perhatian serius tentang jalan itu, karena jalan itu statusnya jalan Kabupaten yang menghubungkan  Kota Kecamatan Amanatun Selatan dan Nunkolo. Ungkap Wati Mahasiswi IAKN Kupang itu.


Lanjut Mahasiswi IAKN Kupang itu, "Pemerintah harus segera memperhatikan  jalan dari Oinlasi menuju Nunkolo khususnya Desa Kokoi, Nunleu dan Fatulunu karena sangat berbahaya, itu bisa-bisa menyebabkan kecelakaan". Pembangunan jalan itu sangat penting karena bisa mempermudah masyarakat memobilisasi hasil pertanian ke Kota.


Ketua Himpunan Mahasiswa Asal Timor Tengah Selatan (HIPMA TTS) Yabes Otu, membenarkan peristiwa tarik mobil itu, memang benar ketika kami pulang dari kegiatan Bakti Sosial Kemasyarakatan  (KBSK) di Desa Nunleu, mobil kami tidak tembus jalan mendaki Silun Desa Kokoi sehingga kami beramai-ramai turun untuk menarik mobil seperti video yang ada itu. Ungkap Ketua HIPMA TTS.


Lanjut Yabes, Kondisi jalan terkhusus di Desa Kokoi, Desa Fatulunu dan Desa Nunleu rusak parah, sehingga pada musim hujan seperti saat ini sangat sulit kenderaan melintasinya. Menurut Yabes, status jalan ini adalah jalan Kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Amanatun Selatan dan Kecamatan Nunkolo. Diketahui bahwa 2 Kecamatan ini memiliki hasil pertanian yang cukup tinggi yang bisa meningkatkan APBD TTS tetapi Pemerintah tidak memberikan perhatian sama sekali. Jelas Yabes.


Menurut Ketua (HIPMA TTS), "Pemerintah Kabupaten TTS harus memperhatikan jalan tersebut dan tidak hanya di Oenitas dan Silun tapi keseluruhan jalur Oinlasi sampai Nunkolo sangat membutuhkan perhatian". Menurutnya, itu sudah biasa karena kondisi masyarakat selama ini selalu mengalami hal ini. Karena kondisi jalan tersebut sudah cukup lama rusak jadi masyarakat sudah terbiasa jika diperhadapkan dengan kondisi seperti itu, baik Anak maupun perempuan pasti menarik mobil. Ungkap Yabes.


Hasil kebun di 3 Desa ini seperti kentang, wortel kacang-kacangan maupun  hasil kerajinan tangan yang bercorak, tetapi dari sejak Indonesia Merdeka ketiga Desa tersebut belum menikmati jalan yang mulus seperti di daerah lain. Jelasnya.


Kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa (HIMPA TTS) itu seperti, Penanaman anakan di halaman gedung gereja Pos pelayanan AMIN Taehue Desa Nunleu, dan pembentukan TAMAN BACA. Tujuan dari pembentukan taman baca untuk meningkatkan pendidikan non formal bagi anak dan masyarakat desa. Tutup Ketua  HIPMA. 


Penulis: Yulius Tamonob.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot