DPRD TTS Bersama Warga Rehab Gedung Gereja untuk Siswa Belajar

 

Berita-Cendana.com-SoE,- Anggota DPRD TTS Puterzius I. Kefi bersama masyarakat Desa Nekmese melakukan kerja bakti dan menata kondisi Sekolah SMP Negeri Eno yang cukup memprihatinkan, kerja bakti tersebut juga sebagai tanda peduli dan juga motivasi kepada para orang tua siswa agar yakin dalam menyekolahkan anak di SMP N Eno karena selama ini siswa bersekolah dengan jarak yang cukup jauh.


SMP N Eno yang baru saja dibangun beberapa Tahun yang lalu adalah suatu sekolah titipan dari  SMP SATAP OEFAU yang berada di lokasi Desa Boti Kecamatan Ki'E  Kabupaten TTS. Alasan dibangunnya SMP Negeri Eno dikarenakan kondisi jarak yang sangat jauh sehingga mempersulit anak-anak untuk bersekolah, jaraknya berkisar 4-5 Km yang harus ditempuh siswa-siswi.


Anggota DPRD TTS Piterzius kepada awak media Ia mengatakan bahwa mengingat jarak yang jauh sehingga mempersulit generasi muda yang ingin bersekolah. Pada 

akhirnya Piterzius bersepakat bersama seluruh tokoh yang ada di Desa Nekmese untuk membangun gedung sekolah dalam mengantisipasi angka putus sekolah.


Dikatakan bahwa dengan kondisi jarak akhirnya para tokoh adat bersepakat dan dibiayai oleh Piterzius I. Kefi agar sementara waktu ini mereka merehab gedung Gereja Lama Kanaan Nunuhboko untuk bersekolah.


Pada hari Kamis, Pitter bersama masyarakat bergotong royong merehab gedung Gereja sebagai tanda untuk meyakinkan para orang tua yang berada di Desa Nekmese agar kedepannya tidak menyekolahkan anak di jauh-jauh, karena SMP yang baru saja dibangun sudah memiliki 11 orang guru.


Dijelaskan Piter bahwa SMP Negeri Eno saat memiliki 32 siswa -siswi terdiri dari kelas 8 dan 9, dan tahun ini sudah dipastikan akan menerima siswa baru dari 2 sekolah dasar (SD) yakni SD Negeri  Bele II dan SD Inpres Oesena dan jumlah siswa akan mencapai Enam puluh. ujarnya.


Terrpisah penanggung jawab sekolah Marthinus Kefi menjelaskan bahwa memang saat ini banyak kendala yang dialamai seperti SK Operasional karena pada waktu itu terkendala dengan lahan tetapi saat ini lahan sudah ada, dan selaku penanggung jawab bersama para guru berharap agar kalau dapat proses pendirian SK operasional ketika diajukan ke atas bisa diterima untuk berdiri sendiri. Katanya.


Sedangkan kepala sekolah SD Negeri Belle II saat diwawancarai Barnabas Selan, S.Th yang juga salah satu guru agama di SMP tersebut memastikan bahwa dari pihak SD akan mendaftarkan kurang lebih 40 siswa-siswi untuk melanjutkan studi di SMP N Eno.


Selain itu,  Barnabas juga menjelaskan keluhan mereka sebagai guru yang berkaitan dengan ATK dan juga jaminan para guru, Selan Mengatakan " saat ini kami berjalan tidak memikirkan tunjangan karena kami mau untuk bangun kampung kami, intinya perlengkapan ATK itu harus ada agar kami bisa tidak kesulitan dalam melayani anak-anak", pungkas Selan.


Lanjutnya bahwa saat ini dibantu oleh Piterzius Kefi anggota DPRD TTS yang sudah membantu mereka dalam memfasilitasi para guru dan juga ATK di sekolah.


Ditambahkan singkat lagi dari Anggota DPRD TTS Piterzius I. Kefi bahwa " hari ini kita tidak bisa melihat teman-teman eksekutif berjalan sendiri, artinya bahwa ketika ada aspirasi tidak lagi kita menunggu pemerintah, kalau masih bisa kita lakukan ia kita lakukan dengan swadaya bersama agar memupuk nilai gotong royong ditengah masyarakat dengan tetap berharap kepada Pemerintah terhadap bagian-bagian yang tidak bisa kita lakukan. Jelasnya.


Senada dikatakan ketiga orang sumber di atas dengan harapan yang sama bahwa semoga dengan adanya sekolah ini para orang tua di Desa Nekmese tidak khawatir  tidak lagi menyekolahkan anak-anak di luar desa karena Sekolah sudah berada di kampung sendiri.


Selain itu berharap, karena dengan SK yang saat ini masih dalam proses semoga berjalan lancar, dan dipermudah pemerintah agar SMP tersebut memiliki SK dalam waktu dekat agar mereka bisa berdiri sendiri karena saat ini masih menitip di SMP N Oefau.


Penulis: Rhey Arnold.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot