16 Ucapan Sakti Soekarno Yang Terbukti Hingga Saat Ini

Presiden Pertama, Dr. Ir. Soekarno 

Berita-Cendana.com-Kupang,- 16 Ucapan Sakti Ir. Soekarno yang terbukti hingga saat sekarang. Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. 


Saksikan 16 ucapan Sakti itu yang tetap  menjadi kenyataan hingga kapan pun, inilah selengkapnya.


1. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya (Pidato Bung Karno pada 10 November 1961).


2. Tidak seorang pun yang menghitung-hitung berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya (Pidato Bung Karno pada HUT Proklamasi 1956).


3. Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng adalah kekuasaan rakyat, dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.


4. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.


5. Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.


6. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.


7. Bangsa yang tidak percaya pada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.


8. Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.


9. Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama. Kita masih hidup di masa pancaroba. Tetaplah bersemangat elang rajawali.


10. Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segitiga warna selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk. Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.


11. Firman Tuhan inilah gitaku, firman Tuhan inilah harus menjadi gitamu. Innallahu layu ghoyiru mabikaumin hattayu ghoiyiru mabiamfusihim. Tuhan tidak merubah nasib bangsa sebelum bangsa itu merubah nasibnya.


12. Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala daripada masa yang akan datang.


13. Apakah kelemahan kita? Kelemahan kita ia lah kita kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, dan kurang mempercayai satu sama lain. Padahal, kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong.


14. Aku lebih suka lukisan samudra yang bergelombangnya memukul, menggebu-gebu, daripada lukisan sawah yang adem tentram.


15. Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak setinggi-tingginya.

Jika patah satu dari dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.


16. Berikan aku 1.000 anak muda, maka aku akan memindahkan gunung. Tapi berikan aku 10 pemuda yang cinta akan tanah air, maka aku akan mengguncang dunia.(***).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot