Padma Indonesia Desak Bupati Simon Nahak Tindak Tegas Kades Preman di Malaka

Berita-Cendana.com- MALAKA, - Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia mendesak Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak untuk menindak tegas Kepala Desa (Kades) Nauka Kusa, Anselmus Dully Berek (ADB) dan Kades Kapitan Meo, Antonius Yoseph Tunai (AYT) yang diduga telah melakukan tindakan premanisme (menghadang mobil, menghina dan melakukan tindak kekerasan, red) terhadap Ketua Araksi, Alfred Baun dan Wartawan Sepang Indonesia, Jho Kapitan pada Kamis (22/07).


Demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA, Gabriel Goa dalam jumpa pers di Malaka pada Kamis (22/7/2021).


"Wajib ditindak tegas oleh Bupati Malaka dan merekomendasikan keduanya untuk diproses hukum oleh Polres Malaka," tandasnya.


Menurut Gabriel Goa, PADMA Indonesia mendukung langkah Polres Malaka melalui Kapolsek Laenmanen (yang telah menerima Laporan Araksi) agar segera memproses hukum dua oknum Kades preman tersebut.


Sementara itu, Kades Nau Kusa, ADB yang dikonfirmasi tim media ini melalui pesan Whatsapp/WA pada Jumat (23/07) pukul 09.11 Wita tidak menjawab walau telah membaca pesan WA wartawan. Dihubungi lebih lanjut (dua kali) melalui telepon selulernya pada pukul 09.17 Wita, Kades ADB tetap tidak menjawab alias diam seribu bahasa.


Seperti diberitakan sebelumnya (22/07), Ketua Araksi, Alfred Baun resmi memposisikan alias melaporkan Kepala Desa (Kades) Nauke Kusa, Anselmus Dully Berek (ADB) dan Kades Kapitan Meo, Antonius Yoseph Tuna (AYT) ke Kepolisian Resort (Polres) Malaka (Nomor: STPL .31/VII/2021/NTT/Res Malaka/Sek Laenmanen) karena diduga melakukan penghinaan dan tindak kekerasan terhadap Ketua Araksi dan wartawan media Sepang Indonesia, Jho Kapitan.


"Kami telah laporan kedua orang Kades itu (Kades Anselmus Dully Berek dan Kades Antonius Yoseph Tuna, red) ke Polsek Laenmanen karena telah melakukan penghinaan dan kekerasan kepada kami," tandasnya.


Menurut Alfred Baun, kedua oknum kades tersebut telah menghina dan mengancamnya di depan publik ketika menjalankan tugas sebagai Ketua ARAKSI. "Padahal niat saya saat berpapasan di jalan itu, tujuannya untuk menyapa kedua orang Kades tersebut. Saya kenal Kades Kapitan Meo, dan saya ingin menyapa sekaligus mau sepakat waktu bersama dengan Kades Kapitan Meo untuk besok bisa lakukan investigasi terhadap masalah dana Desa," jelasnya.


Alfred Baun mengatakan, bahwa komunikasi dirinya saat berpapasan dengan sang Kades AYT di jalan ternyata tidak direspon dengan baik. Malah sebaliknya sang Kades itu mengancamnya dengan kata-kata penghinaan dan kekerasan. Sementara sang Kades Nauke Kusa, ADB yang saat itu bersama-sama dengan Kades Kapitan Meo langsung menyerobot pembicaraannya dengan AYT dan memukul kendaraan Bumdes pelat merah yang di kendarai oleh keduanya (oknum Kades , red) itu.


"Saya melihat reaksi Kades Nauke Kusa ini sebenarnya sudah punya niat untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap saya. Hanya saja tidak luapkan kepada saya, tetapi dialihkan ke kendaraan yang mereka tumpangi, " terangnya.


Pada saat itu, lanjut Alfred Baun, kunci mobil miliknya juga diambil dan disembunyikan oleh Kades ADB. "Atas dasar apa Kades Nauke kusa itu mencopot kunci mobil saya dan disembunyikan. Lalu Ia menyangkal kalo (kalau) bukan dia yang mengambil kunci mobil saya. Perlakuan mereka kepada saya itu membuat saya merasa terhina dan dipermalukan di depan banyak orang," katanya.


Ketua Araksi itu lanjut mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Kasatreskrim Polres Malaka agar laporannya segera ditindaklanjuti sesuai Undang-Undang KUHP yang berlaku yakni pasal penghinaan.


Sementara itu, Wartawan Sepang Indonesia, Jho Kapitan yang dikonfirmasi tim media ini dihari yang sama menyampaikan, bahwa dirinya ketika itu satu arah dengan mobil Araksi yakni dari arah Desa Kapitan Meo. Ketika sampai di sekitar wilayah Eokpuran, mobil Ketua Araksi tiba-tiba diadang oleh Kepala Desa Kapitan Meo, AYT dan Kepala Desa Nauke Kusa, ADB.


Pada saat itu juga, dirinya langsung mengabadikan moment itu dengan mengambil video. Namun, Kepala Desa Nauke Kusa (ADB)berjalan menuju arahnya (wartawan Sepang Indonesia/ Jho Kapitan, red) dan mendorong serta mencekiknya. "Kamu dari mana? Kenapa video - video saya? Kamu izin di siapa video saya? Tanya kades Nauke Kusa ke wartawan,” jelas Jho Kapitan mengulang kalimat ADB.


Menurut Jho Kapitan, setelah Kades Nauke Kusa (ADB) mendorong dan mencekiknya, Kades ADB berjalan balik ke arah mobil Bumdes (plat merah) yang dibawa oleh kades ADB. “Saya hidup satu kali, mati satu kali, kamu mau tulis silahkan!" ujar Jho Kapitan mengulang kalimat yang diucapkan kades ADB.


Sedangkan oknum kades Kapitan Meo (AYT), lanjut Jho Kapitan, sementara berdiri bersama beberapa orang dan Ketua Araksi di dekat mobil yang dikendarai ketua Araksi. “Oknum Kades Kapitan Meo (AYT) lalu mengatakan, “sudah, pak Alfred kapan mau ketemu saya, saya siap tunggu!" jelasnya. (YT/TIM).

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot