SD INPRES BONE di TTS TERAKREDITASI C

Berita-Cendana.com- Soe,- SD Inpres Bone terakreditasi C dengan nilai akreditasi sebelum Tidak Terakreditasi (TT). Kepala Sekolah Marten E. Tloim, S.Pd yang bertugas sejak Januari 2020 hingga sekarang kepada media ini, Rabu (17/11/2021) bahwa SD Inpres Bone sebelumnya berstatus TT tetapi berkat kerja keras bersama para guru dan orang tua pendukung sehingga SDI Bone bisa terakreditasi C dengan jumlah siswa 38 orang dan jumlah guru 14 orang. 


Walaupun hasil akreditasinya hanya C namun tetap bersyukur dari 179 sekolah di TTS yang di akreditasi namun SK yang terbit itu hanya 109 masih ada 13 nya masih berstatus TT, kalau dibandingkan dengan sekolah di kota saja ada nilai akreditasinya C apalagi yang ada di desa. Menurut Kepsek mereka  siap terima kenyataan dan mudah-mudahan menjadi motivasi agar kedepannya lebih baik.


Untuk sementara proses KBM murni tidak BDR lagi tetapi belajar di sekolah dengan pertimbangan jumlah siswa hanya sedikit bahkan dalam satu kelas hanya ada 1 orang siswa.


Mereka tetap belajar walaupun tidak maksimal seperti jam KBM hanya sampai jam 10 namun tetap KBM di sekolah dengan jam masuk sekolah tepat jam 07. 00 WITA. Kegiatan BDR  tidak maksimal karena kita belajar secara luring, karena di desa banyak masyarakat tidak bisa memiliki handphone  android untuk bisa belajar secara daring jadi terpaksa luring, pembelajaran luring di desa sedikit berbeda dengan pembelajaran luring di kota, bebernya.


Lanjutnya bahwa kurangnya fasilitas yang memadai sehingga rumah jabatan Kepala Sekolah dijadikan kantor kepala sekolah, ruang guru dan gudang untuk menyimpan semua peralatan. Sedangkan untuk perpustakaan tidak ada, setiap pembelian buku langsung dibagikan ke kelas karena tidak ada tempat untuk menyimpan buku-buku. 


Terkait pembangunan menggunakan sistem sumbang dari guru-guru seperti semen, besi. "saya mengajak teman-teman guru untuk jangan berpikir tentang apa yang negara buat untuk kita disekolah ini tetapi apa yang kita buat untuk negara. Karena masalah kepemimpinan sehingga banyak siswa memilih sekolah yang lebih baik," jelasnya. 



Terkait sekolah ini, hari ini wajahnya seperti ini, berbeda dengan sebelum ia ke sekolah tersebut. Hal ini bukan karena ia secara pribadi namun ada kerja sama tim guru, yang selalu memotivasi mereka walaupun jumlah siswa sedikit namun jangan putus asa dan tetap giat bekerja keras sehingga istilah kerja tuntas itu ada dan nampak, tutupnya.






0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot