Berita-Cendana.Com- Kupang, - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang akan menggelar Talkshow “Dialog Kupang Pagi” dengan topik “Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan Melki-Johni”, pada Senin, 24 Februari 2026 pukul 09.00-10.00 WITA di Studio RRI Kupang.
Kegiatan ini akan menghadirkan empat narasumber lintas perspektif, yakni:
Emanuel Melkiades Lakalena selaku Gubernur NTT, James Adam sebagai Pengamat Ekonomi NTT, Apolonaris Gay Akademisi UNIKA Widya Mandira, Winston Neil Rondo, Ketua DPD GAMKI NTT dan Anggota DPRD Provinsi NTT.
Dialog berdurasi 60 menit ini akan dipandu host RRI Kupang dengan format paparan singkat, panel respon cepat, diskusi silang terarah, serta closing statement dari masing-masing narasumber.
Sekretaris Bidang Politik DPD GAMKI NTT, Naaman Ren Bonlae, menjelaskan bahwa talkshow ini dirancang sebagai ruang evaluasi publik yang objektif dan berbasis data.
“Momentum satu tahun kepemimpinan adalah waktu yang tepat untuk melihat sejauh mana visi dan janji politik diterjemahkan menjadi kebijakan konkret. Kami ingin menghadirkan ruang dialog yang terbuka, bukan sekadar apresiasi, tetapi juga kritik konstruktif,” ujar Naaman.
Ia menegaskan, karena keterbatasan waktu, diskusi akan difokuskan pada tiga poros utama pembangunan daerah.
Pertama, Tata Kelola dan Kepemimpinan, meliputi konsistensi visi-misi, reformasi birokrasi, serta relasi eksekutif dan legislatif.
Kedua, Ekonomi Rakyat, mencakup penguatan UMKM, program OVOP, koperasi, ekonomi pesisir, serta dampak kebijakan fiskal terhadap rumah tangga masyarakat.
Ketiga, Kesejahteraan Publik, yang menyoroti sektor Pendidikan, Kesehatan termasuk isu Stunting dan layanan rumah sakit serta perlindungan perempuan dan anak.
Menurut Naaman, dalam sesi awal Gubernur NTT akan memaparkan tiga capaian utama selama satu tahun kepemimpinan, dua tantangan terbesar, serta agenda prioritas 2026. Selanjutnya, para panelis akan memberikan respon kritis dari perspektif ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan pengawasan legislatif.
“Kami berharap dialog ini menjadi ruang pembelajaran publik, agar masyarakat memahami indikator keberhasilan pembangunan secara lebih objektif. Partisipasi warga dalam mengawal kebijakan daerah adalah bagian penting dari demokrasi,” tegasnya.
DPD GAMKI NTT berharap talkshow ini dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan daerah, sekaligus mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Timur.(*).

Posting Komentar