Berita-Cendana.com-Kupang,- Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena diminta jujur kepada masyarakat terkait data kemiskinan turun, naik atau tetap. Data Stunting masih tetap tinggi secara Nasional, bagaimana data Stunting tinggi lalu kemiskinan menurun. Itu sama dengan masyarakat tetap miskin.
Demikian disampaikan oleh Anggota DPRD NTT dari Fraksi PDI-Perjuangan, Nelson Matara saat diwawancara di Gedung DPRD Provinsi pada Jumat, 20 Februari 2026.
Nelson Matara meminta Gubernur NTT untuk mengatakan jujur kepada masyarakat terkait angka Stunting di NTT. Gubernur jangan membuat ‘narasi manis’ supaya terdengar seperti angin surga, padahal kenyataannya rakyat menderita dan tetap miskin bahkan miskin ekstrim, semprotnya.
Mengapa Gubernur menyebut Angka Kemiskinan turun, tetapi tidak menyebutkan angka Stunting? Padahal kenyataannya Angka Stunting di NTT tinggi secara Nasional. Wajib jujurlah kepada public, karena kemiskinan itu yang membuat manusia jadi Stunting, tegas Nelson.
Bin Ajaib terjadi di Nusa Tenggara Timur karena data Stunting tinggi tapi Gubernur menyebut kemiskinan menurun. Apa yang menyebabkan Stunting tinggi? Bukanya kemiskinan adalah penyebab utama Stunting yaitu kemiskinan, kata Nelson.
Nelson menilai Gubernur NTT tidak transparan mengatakan kepada rakyat terkait angka Stunting dan angka kemiskinan. Contohnya, hasil produksi petani tinggi tetapi penjualan tidak lancar. Artinya pendapatan tidak naik tidak turun tetap saja, jelasnya.
Gubernur NTT terkesan menyembunyikan data Stunting di NTT, kata Nelson. Data kemiskinan di NTT tercatat pada September 2024. Penduduk miskin berjumlah, 19,16 persen, sedangkan September 2025, penduduk miskin 17, 50 persen. Angka ini turun 1,66 persen. Artinya angka ini tidak bisa berpuas diri karena masih ada 1,09 juta masyarakat NTT yang masih miskin.
Angka Stunting di NTT Prevalensi tercatat 37 persen. Angka itu tetap menempatkan NTT pada posisi tertinggi secara Nasional. Target penurunan Stunting di NTT pada tahun 2025 ditetapkan turun menjadi 33,1 persen, namun turun 0,9 persen. Angka itu bukan turun tetapi tetap tinggi secara Nasional.(***).

Posting Komentar