Berita-Cendana.Com- Kupang,- Hasil survei Voxpol Center Research and Consulting mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap satu tahun kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johanis Asadoma, mencapai 80,5 persen. Angka tersebut dinilai menjadi modal evaluasi sekaligus pijakan percepatan program prioritas di sektor ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.
Demikian disampaikan Hasil survei itu pada Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) atas satu tahun kepemimpinan Melki–Johni yang digelar di Aula Utama El Tari Kupang, Jumat, 20 Februari 2026.
Diskusi publik tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan arah pembangunan NTT tetap terukur, inklusif, dan berkelanjutan.
Survei yang dilaksanakan pada 5–14 Januari 2026 itu melibatkan 800 responden di 22 kabupaten/kota se-NTT dengan metode multistage random sampling dan margin of error ±3,47 persen. Selain tingkat kepuasan 80,5 persen, survei juga merekam sejumlah harapan masyarakat kepada Pemerintah Provinsi NTT.
Sebanyak 28,7 persen responden mengusulkan perbaikan jalan sebagai prioritas utama. Disusul penyediaan air bersih 9,1 persen, serta perhatian lebih bagi masyarakat kurang mampu sebesar 8,3 persen.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menjelaskan capaian tersebut bukan sekadar angka seremonial, melainkan modal sosial dan politik untuk kepemimpinan ke depan.
Menurut Pangi, survei menunjukkan pendekatan komunikasi publik yang kuat, baik melalui tatap muka maupun pemantauan media sosial. Ia juga menilai keberanian gubernur mengunjungi daerah-daerah yang sebelumnya jarang tersentuh menjadi faktor penting meningkatnya kepercayaan publik.
“Yang menjadi penentu di NTT adalah generasi milenial dan Gen Z. Mereka sangat mudah membangun narasi yang positif. Dengan modal ini, NTT punya fondasi kuat untuk 24 hingga 30 tahun ke depan,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Pangi menyoroti masih adanya persoalan birokrasi berbelit yang berdampak pada pelayanan publik. Ia menegaskan penyederhanaan administrasi menjadi kunci agar pelayanan kesehatan tidak terhambat prosedur yang panjang.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan capaian tersebut menjadi tanggung jawab moral untuk meningkatkan kinerja pemerintahan bersama Wakil Gubernur Johanis Asadoma.
“Capaian 80,5 persen ini bukanlah angka untuk berpuas diri, tetapi menjadi energi dan tanggung jawab moral bagi kami untuk bekerja lebih keras, lebih cepat dan lebih tepat sasaran,” tegas Melki.
Ia menambahkan hasil survei menjadi instrumen evaluasi objektif terhadap efektivitas program prioritas selama satu tahun kepemimpinannya. Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terbuka terhadap kritik dan saran agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Dalam forum itu, Melki juga memaparkan angka kemiskinan NTT per Februari 2026 turun menjadi 17,5 persen dibanding Maret 2025 sebesar 18,6 persen. Pemprov NTT, katanya, akan menjalankan program bedah rumah bagi masyarakat miskin serta percepatan penurunan stunting melalui pola orang tua asuh.(***).

Posting Komentar