SPK Minta Petani dan Peternak NTT, Adaptasi dengan Kebutuhan Program MBG

Berita-Cendana.Com- Kupang,-  Tenaga Ahli Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan RI, Jenderal TNI (Purn). Simon Petrus Kamlasi (SPK), meminta para petani dan peternak di seluruh Nusa Tenggara Timur untuk beradaptasi dengan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menjaga kualitas dan waktu distribusi, karena itu menjadi kunci supaya produk lokal bisa terserap secara maksimal.

Demikian disampaikan oleh Jenderal TNI (Purn). Simon Petrus Kamlasi (SPK), setelah  Lokakarya Penguatan Program Pendidikan dan Gizi serta Koordinasi Rantai Pasok Pangan yang diselenggarakan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kupang pada Jumat, 10 April 2026.

“Sayur seperti apa yang dibutuhkan, jumlahnya berapa, waktu pengirimannya kapan, semuanya harus tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat waktu, hal itu yang perlu dijaga, tegas SPK.

Diharapkan kedepan masyarakat NTT meningkatkan penghasilan petani dan peternak, dan UMKM-UMKM di NTT. Jangan sampai belanja telur, daging, atau bahan pangan masih dari Surabaya. Itu yang harus dijaga supaya jangan terjadi berulang, pinta SPK.

Dalam rantai pasok ini, SPK menilai Koperasi Merah Putih memiliki peran strategis sebagai bagian integral dari sistem operasional MBG di lapangan.

Berdasarkan hasil lokakarya, SPK memberikan sejumlah rekomendasi teknis, salah satunya adalah kemudahan pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk dapur-dapur MBG. Ia meminta agar birokrasi tidak berbelit-belit namun tetap menjaga standar kualitas dari BGN.

“Pengurusan sertifikat harus dipermudah secara mekanisme, sehingga semua dapur bisa mendapatkan sertifikat dengan cepat tanpa mengurangi standar yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

SPK mendorong agar organisasi BGN di tingkat daerah tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan harus menyatu dengan Pemerintah Daerah dalam hal pengawasan dan pengendalian program agar lebih efektif.

Menurut SPK, kunci keberhasilan program MBG terletak pada kolaborasi lintas sektor. SPK menekankan harus mempercepat  kebijakan dan sosialisasi serta operasional program tersebut di seluruh NTT.

MBG itu harus bersinergi dengan Koperasi Merah Putih dan seluruh stakeholder terkait di NTT untuk mendukung rantai pasok MBG yang sementara berjalan dan yang kemudian berjalan nanti, tegas SPK.

Program MBG memiliki misi ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan. Ia mengingatkan agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah dan tidak keluar  luar daerah supaya pembangunan di daerah itu merata secara ekonomi, harap SPK.(*).







0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot