Berita-Cendana.Com- Kupang,- Nusa Tenggara Timur merupakan daerah kering, sehingga masyarakat pada umumnya mendapatkan air dari sungai atau sumur. Masalah yang paling sering dihadapi masyarakat NTT dari hari ke hari adalah masalah air, terlebih lagi pada musim kemarau.
Kondisi ini menarik perhatian semua pihak agar NTT tidak kekurangan air di musim kemarau. Simon Petrus Kamlasi yang merupakan putra daerah NTT kepada wartawan belum lama ini bahwa membangun NTT itu harus kreatif dan inovatif. Ia mengatakan bahwa kalau mengatasi kekurangan air itu dengan cara irigasi Geomembran.
Menurut Simon Petrus Kamlasi Tenaga Ahli Menko Pangan RI, Irigasi Geomembran itu dibangun dari hulu sungai hingga hilir, dengan cara membuat jebakan air berupa Irigasi Geomembran di seluruh pinggiran sungai agar air tidak terbuang semuanya ke laut. Tentunya dua hingga lima tahun tanah sudah subur, dan sumur-sumur di sekitaran jebakan air sudah bertambah debit, jelasnya.
SPK mengatakan sistem irigasi Geomembran menjadi solusi dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang sangat terbatas dengan ketersediaan air. "Sistem irigasi Geomembran sangat efektif dalam mengoptimalkan lahan pertanian, sehingga para petani bisa menanam tanaman hortikultura lebih banyak,".
Menurut Simon Petrus Kamlasi, dengan sistem Geomembran maka aliran air dari sumber air bisa mengalir ke lokasi pertanian dengan baik dan tidak terjadi rembesan. Sehingga masyarakat yang biasa tanam setahun sekali bisa meningkat menjadi tanam tiga kali setahun, ucap Tenaga Ahli Menko Pangan itu.
"Irigasi yang ada banyak yang pecah menyebabkan air bisa merembes sehingga air tidak sampai ke lokasi lahan pertanian milik petani," kata sosok yang kerap disapa SPK ini.
Selain itu, harus berinovasi dengan sistem infus air di seluruh pipa PDAM agar pipa yang tidak ada yang kosong. Tiap pipa yang melalui seluruh sumur milik masyarakat perlu di survey debit air oleh PDAM agar air itu diinfus ke dalam pipa agar pipa jangan kosong, jelasnya.
Sistem kerjanya, sumur milik masyarakat itu diinfus ke dalam pipa dan memasang meteran di sumur yang menyumbangkan air pada pipa PDAM, PDAM wajib bayar pemilik sumur 50 persen dari harga air di PDAM tiap bulan. Tujuannya sumur masyarakat membantu PDAM dan PDAM juga membantu masyarakat pemilik sumur, jelas SPK.
“Harapan saya adalah NTT sebaiknya menjadi kunci sukses untuk majunya Indonesia. NTT adalah bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia, jadi pemerintah pusat pasti mengatasi masalah di NTT. Yang penting NTT harus memiliki prestasi untuk ditawarkan kepada PEMPUS,” ucapnya. (*).

Posting Komentar