Berita-Cendana.Com- KUPANG,- Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur kembali melakukan pembekalan Mahasiswa dalam peran strategis mahasiswa dalam pembangunan daerah melalui Kuliah Kerja Nyata (Kukerta). Kegiatan ini dipandang bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wujud tanggung jawab moral dan sosial, bagi generasi muda terhadap bangsa dan masyarakat.
Demikian disampaikan oleh Rektor UPG 1945 Ully J. Riwu Kaho, SP., M.Si saat membuka Kuliah Kerja Nyata di Aula El Tari pada Jumat, 29 Mei 2026.
Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading atau tempat mempelajari teori semata. Kampus wajib hadir dan memberikan dampak nyata serta solusi konkret bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Melalui Kukerta, mahasiswa berperan sebagai jembatan ilmu pengetahuan dan praktik, sekaligus bertindak sebagai agen perubahan, pemberdayaan, dan kemanusiaan di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, maupun sosial kemasyarakatan, tegasnya.
Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi, UPG 1945 NTT terus melakukan improvement di berbagai aspek, mulai dari penguatan sumber daya manusia, tata kelola organisasi, pengembangan program study, peningkatan kualitas penelitian, hingga hilirisasi penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Langkah ini diambil sebagai jawaban atas tantangan persaingan yang semakin ketat, di mana perguruan tinggi negeri gencar menarik minat calon mahasiswa. Oleh karena itu, kampus swasta dituntut untuk selalu adaptif, inovatif, dan terus berbenah demi menjaga eksistensi dan kualitas pendidikannya, pesan Ully Riwu Kaho.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPG 1945 NTT juga menyampaikan lima pesan utama kepada seluruh mahasiswa peserta Kukerta. Pertama, menjaga nama baik almamater. Mahasiswa diingatkan bahwa setiap sikap, ucapan, dan tindakan di masyarakat merupakan cerminan dari identitas kampus. Kedua, bangun komunikasi dan empati. Peserta diharapkan dapat membaur, menjalin hubungan baik dengan tokoh masyarakat dan pemerintah desa, serta datang dengan kerendahan hati untuk belajar bersama, bukan merasa paling mengerti.
Ketiga, bekerja nyata dan bertanggung jawab. Seluruh program kerja yang disusun harus bersifat realistis, bermanfaat langsung bagi warga, dan tidak sekadar bersifat seremonial. Keempat, menjunjung tinggi etika dan sopan santun dalam setiap interaksi selama berada di lokasi pengabdian. Terakhir, jadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar kehidupan. Pengalaman di lapangan diharapkan dapat mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, manajemen konflik, dan kerja sama tim yang jarang didapatkan di dalam ruang kuliah.
Selain kepada mahasiswa, pesan tegas juga disampaikan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). DPL diminta hadir bukan hanya sebagai pengawas administrasi, melainkan pembimbing yang bertanggung jawab, motivator, sekaligus teladan bagi mahasiswa di lokasi kegiatan. Peran aktif DPL dinilai sangat penting agar tujuan pengabdian dapat tercapai dan mahasiswa benar-benar mendapatkan bekal pengalaman berharga dalam mengabdi kepada masyarakat.
Berdasarkan semangat tersebut, Kukerta UPG 1945 NTT diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi, berkarakter kuat, dan siap menjadi solusi bagi kemajuan daerah, tegas Rektor.
Diketahui juga UPG 45 melepaskan 470 Mahasiswi KKN di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. (*)

Posting Komentar