Musyawarah Rembuk Stunting 2026 & Sosialisasi Penyakit Menular Digelar di Desa Meusin

Berita-Cendana.Com- Boking, – Pemerintah Desa Meusin menggelar Musyawarah Rembuk Stunting Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan penyakit menular, bertempat di Kantor Desa Meusin, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Jumat, 26 Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri unsur perwakilan Kecamatan Boking, Danpos AD Boking, perwakilan Kapolsek Boking, Kepala Puskesmas Boking, perangkat desa, pendamping desa, kader posyandu, tokoh masyarakat, serta ketua RT dan RW sebagai wujud komitmen bersama meningkatkan derajat kesehatan warga.

Perkuat Upaya Turunkan Angka Stunting

Dalam sambutannya, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Boking, Yuton Kase, menegaskan bahwa Stunting dan penyakit menular masih menjadi tantangan utama yang membutuhkan perhatian semua pihak. “Rembuk Stunting adalah amanat pemerintah yang dilaksanakan setiap tahun untuk mempercepat penurunan angka kasus. Meskipun rutin, peserta diharapkan menyerap materi dengan baik agar bisa diterapkan dan disebarluaskan ke warga lainnya,” ujarnya.

Kepala Desa Meusin, Paulus Silla, S.Pt, yang membuka kegiatan secara resmi mengingatkan agar tidak salah memahami makna Stunting. “Stunting bukanlah bantuan, melainkan kondisi gangguan pertumbuhan yang bisa dicegah sejak dini. Semua informasi yang didapat hari ini harus disampaikan kembali dengan benar ke lingkungan masing-masing,” tegasnya. 

Ia juga meminta perangkat desa memperketat pendataan dan mendukung penuh program kesehatan yang ada.

Kepala Puskesmas Boking, Marselinus Kase, S.KM, menyampaikan data terbaru: jumlah balita dengan indikasi Stunting di Desa Meusin naik sedikit dari 34 anak pada Mei menjadi 35 anak pada Juni 2026. “Kenaikan ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan tidak boleh kendor. Kerja sama lintas unsur sangat dibutuhkan agar angka ini bisa turun kembali,” jelasnya.

Kenali dan Cegah Penyakit Menular

Selain Stunting, peserta mendapatkan penjelasan lengkap mengenai sejumlah penyakit menular yang masih menjadi perhatian:

✅ Malaria: Berkembang biak di genangan air dan sawah. Warga diimbau segera periksa ke puskesmas jika mengalami demam.

✅ Rabies: Gigitan anjing harus segera dicuci dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu bawa ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksin. Sudah ada kasus kematian akibat penanganan terlambat.

✅ Tuberkulosis (TB): Lebih berisiko pada perokok aktif dan pasif. Pengobatan harus dijalani rutin selama 6 bulan hingga tuntas.

✅ HIV: Tidak menular lewat jabat tangan atau pelukan, melainkan melalui hubungan seks berisiko, darah terkontaminasi, atau penggunaan alat pribadi secara bergantian.

✅ Hepatitis B: Bisa dicegah dengan pemberian vaksin segera setelah bayi lahir.

✅ Dampak Miras dan Narkoba: Meningkatkan risiko penyakit fisik, kekerasan dalam rumah tangga, hingga tindak kriminal.

 Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga Desa Meusin semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang, kebersihan lingkungan, serta deteksi dini penyakit. Langkah ini menjadi dasar untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas kedepannya.(BCC/Jho Kase)

 


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot