SPK Resmikan Gedung KB PAUD Diakonia Tuameta: Membangun Pendidikan, Menata Masa Depan

Berita-Cendana.Com- Boking,– Semangat kebersamaan dan harapan cerah dengan membangun pendidikan dan menata masa depan menyelimuti Desa Meusin, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).  Acara peresmian Gedung KB PAUD Diakonia Tuameta yang dipimpin Tenaga Ahli Bidang Lingkungan Hidup Kemenko Pangan RI, Brigjen TNI (Purn.) Simon Petrus Kamlasi, dirangkaikan dengan pelepasan peserta didik Tahun Ajaran 2025/2026 menjadi bukti nyata kepedulian terhadap akses pendidikan anak usia dini di daerah terpencil.

Demikian disampaikan oleh SPK di wilayah Meusin pada saat pelepasan peserta didik Tahun Ajaran 2025/2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Kedatangan Simon Petrus Kamlasi beserta istri, Esther Meilany Kamlasi-Siregar (Bunda PAUD Diakonia Tuameta), dan keluarga disambut meriah melalui prosesi adat Natoni dan Tarian Maekat, dilanjutkan pengalungan selendang sebagai tanda penghormatan. Hadir pula tokoh adat, agama, pemerintah setempat, tenaga pendidik, orang tua, dan warga masyarakat.

Perjalanan Panjang Mewujudkan Akses Pendidikan

Sejarah berdirinya lembaga ini dimulai pada 2016 atas prakarsa masyarakat dan Pdt. Marten Tahey, S.Th. Kegiatan belajar sempat berlangsung di Gedung Gereja GMIT Diakonia Tuameta, lalu vakum 2019–2020 sebelum diaktifkan kembali 2021 di Gedung Gereja GMIT Betel Tuanuna berkat dukungan tokoh masyarakat dan warga.

Ibu Inaya Nokas dalam selayang pandang menjelaskan bahwa keberadaan KB PAUD ini sangat dibutuhkan mengingat lokasi Dusun II yang jauh dari pusat layanan pendidikan sejenis.

Gotong Royong: Kunci Keberhasilan Pembangunan

Mewakili Kepala Desa Meusin, Kepala Dusun II Eliaser Benu menyampaikan rasa terima kasih mendalam. “Gedung ini adalah anugerah besar. Kini anak-anak bisa belajar tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Kami juga berterima kasih kepada jemaat gereja yang telah menyediakan tempat selama ini,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Simon Petrus Kamlasi menekankan filosofi pembangunan berbasis swadaya. “Saya tidak serta-merta memberikan semuanya. Saya mengajak masyarakat mulai dari kemampuan sendiri. Bantuan hadir untuk memotivasi agar warga merasa memiliki hasil kerja bersama,” tegasnya.

Ia berharap gedung ini melahirkan generasi cerdas, beriman, dan siap melanjutkan pembangunan daerah.

Puncak acara berupa pemotongan pita peresmian yang disaksikan tokoh adat, menandakan gedung ini menjadi milik bersama yang harus dijaga. Dilanjutkan pelepasan peserta didik yang penuh haru dan kebanggaan, momen penutup yang menandai dimulainya babak baru pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.

Dengan fasilitas yang layak, KB PAUD Diakonia Tuameta diharapkan terus tumbuh menjadi wadah pembentukan karakter dan kecerdasan anak-anak, menata masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Tuanuna, Tuameta, dan sekitarnya.(BCC/Jho Kase)

 

 

 


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot