Berita-Cendana.Com- KUPANG,- Kelurahan Air Nona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, berwarna dan penuh sukacita. Festival Budaya Sabu digelar secara resmi, menjadi ruang kebersamaan, pelestarian adat, dan penguatan identitas budaya di tengah keberagaman Kota Kupang. Rabu, 26 Agustus 2026.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten I Pemerintah Kota Kupang, Hengky Malelak, yang hadir mewakili Walikota Kupang dr. Christian Widodo yang saat itu sedang berada di Flores menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa.
Dalam sambutan yang disampaikan Hengky Malelak, Walikota menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung, beliau sedang bertolak dari Manggarai Barat menuju Manggarai Timur untuk menyerahkan bantuan dari Pemerintah Kota Kupang dan ASN Pemkot Kupang kepada saudara-saudara di Flores yang sedang berduka.
"Kota Kupang adalah kota yang bertumbuh dengan keberagaman. Di kota ini, berbagai suku, agama, bahasa, dan latar belakang hidup bersama. Keberagaman ini bukan kelemahan, melainkan kekuatan besar yang harus kita rawat bersama," pesan Walikota disampaikan Hengky.
Beliau juga mengajak generasi muda untuk bangga pada budayanya sendiri. "Jangan merasa budaya itu kuno atau ketinggalan zaman. Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang cepat, budaya adalah akar yang membuat kita tidak kehilangan arah,".
Festival ini juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi kreatif melalui pariwisata dan UMKM, sehingga budaya yang dirawat tidak hanya memperkuat identitas, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Ketua Panitia, Andi Abineno, dalam laporannya, menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya menghidupkan kembali tradisi sekaligus mewujudkan kepedulian sosial nyata. Termasuk pelayanan kesehatan gratis bagi warga Kelurahan Air Nona.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026 di wilayah RT 14/RW 4 Kelurahan Air Nona.
Tujuan dari Festival Budaya Sabu di Kelurahan Airnona:
- Mengembalikan nilai luhur adat istiadat, tarian, dan permainan tradisional kepada generasi muda
- Mendorong ekonomi kreatif melalui ruang promosi UMKM kuliner dan kerajinan tangan
- Memberikan kontribusi sosial nyata melalui pelayanan kesehatan gratis
- Mempererat kebersamaan dan keharmonisan masyarakat
Berbagai lomba dan kegiatan disiapkan, mulai dari tarian adat, simulasi sabung ayam adat (bukan untuk berjudi, melainkan simbol perdamaian dan ketangkasan strategi), lomba lagu daerah, hingga pasar rakyat dan pelayanan kesehatan gratis.
Tokoh muda Sabu yang dipercaya oleh panitia untuk menjelaskan filosofi adat Sabu: Pulau Sejuta Lontar dengan Adat yang Kental. Dalam pemaparan mengenai adat dan budaya Sabu, Tokoh Muda Sabu di Air Nona menyampaikan kebanggaan sekaligus kerendahan hati. Sabu, pulau kecil di selatan NTT yang dijuluki "Pulau Sejuta Lontar", melahirkan tokoh-tokoh besar, mulai dari Gubernur NTT, El Tari, Alexander Talo, Isak Guntur, Jefri Riwu Kore, Paul Oridi, hingga jajaran pimpinan kepolisian dan TNI.
Beberapa nilai utama budaya Sabu yang dikemukakan:
- Penerimaan tanpa syarat, simbol jabat tangan dan penerimaan orang lain apa adanya, tanpa memandang perbedaan
- Tarian adat, gerakan melingkar melambangkan kebersamaan dan persatuan, juga ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen
- Sabung ayam adat, bukan perjudian, melainkan sejarah perdamaian: dahulu suku-suku saling berperang, lalu bersepakat mengganti pertempuran manusia dengan sabung ayam sebagai simbol ketangkasan dan kehormatan, tanpa pertumpahan darah.
"Kita bangga menjadi orang Sabu, tetapi kebanggaan itu tidak boleh membuat kita memisahkan diri. Justru di Kota Kupang yang beragam, budaya kita menjadi bagian dari kekuatan bersama," ujarnya.
Festival Budaya Sabu Tingkat Kelurahan Air Nona 2026 secara resmi dibuka dan diharapkan menjadi momentum untuk melestarikan warisan leluhur, mempererat persaudaraan, serta membangun Kota Kupang yang lebih maju, berkarakter, dan bermartabat di mana setiap budaya berakar kuat, dan keberagaman menjadi kekuatan yang menyatukan kita semua.(*).

Posting Komentar