Diskusi Public, Bupati Epy Tahun Kecewakan FSFM-TTS

Beritacendana.com-Soe, - Forum Studi Feto Mone Timor Tengah Selatan (FSFM-TTS) melaksanakan kegiatan diskusi public terkait strategi pengelolaan dana desa  pada Sabtu, 16/11/2019 di Aula SMK Kristen (SMEA) SOE.

Kegiatan yang bertema "Strategi  Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Dana Desa Sebagai Upaya Peningkatan Pembangunan dan Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten TTS",  kurang lebih berlangsung selama 3 jam dimulai pukul 10:00-13:00 WITA.

Hadir pada kegiatan tersebut Ketua komisi I DPRD TTS sebagai Nara sumber, Mahasiswa-Mahasiswi yang merupakan anggota aktif FSFM, Senioritas FSFM, dan undangan lainnya seperti Organisasi Pospera TTS, ARAKSI TTS, dan Pemuda TTS.

Ketua Umum FSFM-TTS, Lando Kase dalam sambutannya menjelaskan bahwa "tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk kontribusi pemuda dalam pembangunan daerah terkhususnya TTS. yakni dengan menelusuri kendala pengelolaan dana desa yang hingga kini belum nampak dalam pembangunan daerah".

Selain itu, sebagai ketua umum Lando juga mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun, ST.MM. yang membatalkan dirinya sebagai Narasumber utama dengan alasan ada tugas lain.

Atas nama FSFM-TTS Lando Kase merasa tidak terima dengan tindakan Epy Tahun dan menilai bahwa Bupati TTS apatis terhadap suara pemuda yang ikut peduli terhadap pembangunan daerah tercinta.

"Bupati telah disurati seminggu sebelumnya, tetapi alasannya bahwa ada tugas lain. Nah, harapan kita  jika memang ada tugas lain maka setidaknya surat tersebut dapat didisposisi kepada pihak yang dipercaya oleh Bupati untuk menggantikannya sebagai Nara sumber,  agar tidak terkesan Bupati Apatis terhadap suara pemuda" ungkap Lando kepada awak media penuh kecewa.

"Kami melaksanakan kegiatan ini karena melihat banyak masalah yang terjadi menyangkut dengan pengelolaan Anggaran Dana Desa. Sejauh ini pengelolaan ADD di Daerah kita belum optimal sehingga ikut mempengaruhi kemajuan pembangunan dan memicu predikat Daerah miskin dan terbelakang dari luar terhadap Daerah kita" jelas Lando.

"Kita bukan mau mencari kesalahan  Bupati atau siapa, kita hanya ikut peduli terhadap Daerah ini, tapi jika di abaikan begini maka ke mana kita harus berharap dan bertanya. Apakah kepada tembok yang diam atau kepada rumput yang bergoyang???? Jangan sampai kita berkesimpulan bahwa ada sesuatu makanya tidak mau hadir" kata-Nya.

"Lebih lanjut di harapkan melalui diskusi ini dapat meminimalisir kejanggalan-kejanggalan yang terjadi selama ini dilapangan yaitu di Desa" tutup Lando.

Di akhir kegiatan diskusi, Peserta menitipkan harapkan kepada DPRD TTS melalui komisi I yang membidangi untuk dapat melakukan pengawasan yang maksimal terhadap pengelolaan Dana Desa. Dan menyepakati harapan tersebut sebagai rekomendasi yang akan di tindak lanjuti dalam pembangunan Daerah TTS ke depannya.

Kegiatan pun di akhiri dengan penyerahan cenderamata sebagai bentuk penghargaan dan trimakasih kepada ketua komisi I DPRD TTS oleh FSFM-TTS.

Terpisah, Hal senada juga di ungkapkan ketua panitia pelaksana kegiatan, Crisen Anone bahwa Panitia juga kecewa karena kegiatan Diskusi public yang sebelumnya direncanakan untuk menghadirkan 3 Pimpinan sebagai Narasumber yaitu Bupati TTS, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) TTS, dan ketua komisi I DPRD TTS. Namun kenyataan tak sesuai rancangan dan harapan.

Anone pun mengakui bahwa "terhadap Kepala Dinas PMD memang ada kesalahan komunikasi dengan panitia sehingga beliau tidak sempat hadir".

Penulis: Mega.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot