Yacop Pisdon: Dalam masa Covid, Proses Pembelajaran Dari Rumah Dan Tetap Di Rumah


Berita-Cendana.com -Kupang,- Sekolah Kristen Generasi Unggul dalam massa covid pembelajaran tetap berjalan seperti biasa dan mengikuti protokoler Pemerintah yaitu bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan tetap di rumah.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Kristen Generasi Unggul Kupang Yacop Pisdon, S. Kom. di ruang kelas pada hari Jumat 15/05/2020.

"Kalau guru diberikan bantuan untuk paket data internet sehinnga proses pembelajaran dari rumah tetap berjalan   kepada para siswa, bantuan paket pulsa yang kita lakukan pada masa covid ini dan ada dua anggaran, yang pertama dari Yayasan dan yang kedua dari dana BOS namun kita tidak tergantung dari pemerintah saja".

Sekolah kami tetap proaktif mencari solusi untuk proses pembelajaran dari rumah tetap berjalan agar anak-anak tetap mendapat pembelajaran seperti biasa agar anak-anak mendapatkan sebagai mana mestinya.

Lanjut Pisdon, kami di SMP Generasi Unggul Kupang langka-langka yang kami ambil pada masa pandemic ini untuk siswa yang kurang mampu kami berikan pulsa data kepada mereka juga, langka berikutnya kalau ada kendala tidak bisa memberikan pulsa data kami melakukan kunjungan ke rumah agar siswa tetap mendapatkan hak untuk tetap belajar." seperti kata Pak Nadim bahwa yang dikejar bukan nilai akademik tetapi fokuskan adalah hak anak untuk tetap belajar dan tetap dilayani baik lewat online maupun off line".

Selain itu, disekolah Generasi unggul ini sedang menyiapkan "sekolah digital online" baik itu lap komputer disiapkan namanya studio belajar jadi nanti guru-guru membuat video pembelajaran kemudian dibagikan baik off line bentuk kaset cd, flasdisk maupun online lave streaming youtube, whatsApp dan aplikasi pembelajaran video yang kami gunakan seperti shopee, google min dan aplikasi google klasrum yang dapat kami gunakan.

Perasaan positif bagi kami pada masa covid 19 ini siswa makin familiar menggunakan perangkat pembelajaran berbasis ITE dan teknologi ini sangat bagus bagi kita khususnya di NTT  untuk lebih maju lagi seperti negara-negara lain yang sudah maju, jadi dari segi teknologi anak-anak sudah bisa mengikuti. Tetapi satu hal yang kita tidak bisa pungkiri bahwa perasaan manusia tidak bisa gantikan dengan teknologi yaitu, sentuhan kasih, bimbingan itu tidak bisa digantikan dengan teknologi.

Justru kehadiran, tatap muka itu merupakan satu hal yang kami rindukan seperti berjumpa langsung dengan anak dan juga anak-anak bisa berjumpa dengan mentor-mentornya, bercandatawa juga bisa mengetahui perasaan anak seperti apa, mungkin dia mengalami masalah maupun duka cita. Memang online juga bisa tetapi perasaan yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Jelas Kepsek.

Harapannya kita perlu menyiapkan hidup kita lebih baik karena dengan covid 19 kita bisa bersama-sama dengan keluarga itu tetap berkumpul bersama, berdoa bersama dan tidak berkeluyuran ke mana-mana. Jadi bagi kami masa covid ini, masa dimana kita membaharui diri dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Jadi kita jangan takut cemas namun kita tetap waspada itu penting dan hidup tetap tenang itu harus ada.

Penulis: Yulius Tamonob.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot