Sosialisasi Belajar Dari Rumah Dan Titik Kumpul Bersama Orang Tua Siswa SMPN 6

Berita-Cendana.com- Kupang,- SMP Negeri 6 Kota Kupang melaksanakan pertemuan bersama orang tus siswa untuk menentukan kelompok belajar tiap lingkungan dengan ketentuan 10 orang 1 kelompok. Kegiatan ini mulai dari hari Senin sampai pada hari Rabu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Kota Kupang, Ariyandi Benigerius Mauko S.Pd., M. Hum, Pada hari Selasa, 21/07/2020 disela-sela kegiatan.

Pertemuan ini antara guru dan orang tua siswa, hari pertama kelas 7, hari kedua kelas 8 dan hari ketiga kelas 9. Pertemuan ini sekaligus sosialisasi edaran tentang siswa belajar dari rumah dan model skema yang digunakan di SMP Negeri 6. Namun karakteristik di SMP ini, dengan pola ekonomi orang tua yang rata-rata buru kasar maka presentasi tertinggi dengan pola belajar titik kumpul.

Lanjutnya, jadi guru datang dengan skema off line titik kumpul dan menyampaikan materi dititik kumpul tersebut. Memang benar sesuai edaran setiap titik kumpul 5 orang siswa namun kami di sini ketersedain guru tidak memungkinkan maka kami menentukan setiap titik kumpul ada 10. Kecuali 50 persen memilih online tetapi di sini hampir 100 persen memilih off line. Jelas Kepala Sekolah.

Jadi titik kumpulnya harus diperkecil jumlahnya, titik kumpul untuk kelas 7 ada 28 titik, kelas 8 ada 30 titik kumpul kelas 9 targetnya 30 titik juga.

Kegitan belajar mengajar di mulai pada hari Senin, 27/07/2020, setiap siswa dibekali dengan 10 buku matapelajaran   dan guru juga dibekali dengan video-video pembelajaran. Dua minggu pertama untuk kelas 7 belajar dan menuntaskan semua matapelajaran dan dilanjutkan dengan kelas 8 dua minggu berikutnya dan menuntaskan lagi maka dua minggu berikutnya kelas 9. Karena tenaga guru terbatas.

Kendala yang dialami oleh guru itu komunikasi dengan orang tua karena sejumlah nomor handphone yang tidak aktif lagi. Oleh karena itu pertemuan ini kami malakukan pengumuman melalui mimbar gereja.

Harapannya guru-guru bisa memaksimalkan kerja karena ini kerja yang membutuhkan energi yang lebih. Namun ada nilai pengorbanan yang mereka pikirkan semua ini dipersembahkan untuk anak didik oleh karena itu orang tua harus pro aktif dan memastikan anaknya ada di program layani kami. Harapnya.

Penulis: Yulius Tamonob.


0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot