PERGUB 24/2026: Pukul 18.00–19.30 Wajib Hening, Wajib Belajar di Rumah Tingkatkan Mutu Pendidikan NTT

Berita-Cendana.com- KUPANG, – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi memberlakukan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Belajar di Lingkungan Masyarakat. Melalui aturan ini, setiap pukul 18.00 hingga 19.30 Wita ditetapkan sebagai waktu wajib hening dan belajar bagi seluruh siswa di rumah, mulai dari jenjang dasar hingga menengah, guna mendongkrak kualitas pendidikan daerah yang saat ini masih di peringkat 36 dari 38 provinsi se-Indonesia.

Kebijakan ini diumumkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.Si., dalam konferensi pers di Aula Fernandes Kantor Gubernur, Jumat, 29 Mei 2026. Ia menjelaskan, siswa hanya menghabiskan 8 jam sehari di sekolah, sementara 16 jam sisanya berada di rumah. Ketimpangan inilah yang mendorong penguatan peran orang tua sebagai pendidik utama.

“Orang tua wajib menertibkan anak belajar sekitar 1,5 jam setiap sore. Waktu ini dipakai untuk membaca, berhitung, dan mengulang pelajaran. Kami minta suasana hening, penuh kehangatan dan kasih sayang, agar anak nyaman belajar,” ujar Ambrosius.

Gerakan ini diluncurkan bertepatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026, dan diresmikan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma serta Ketua DPRD NTT Emi Nomleni. Gubernur menegaskan pendidikan tidak berhenti di sekolah, tapi harus berlanjut di keluarga.

“Tujuannya sinergi sekolah dan orang tua. Kami ingin anak tetap belajar berkualitas di rumah, bukan hanya saat di kelas. Keluarga adalah sekolah pertama, orang tua adalah guru utama,” tegas Gubernur Melki.

Kepala Biro Hukum Setda NTT, Oder Maks Sombu, S.H., M.A., M.H., menjelaskan Pergub 24/2026 menjadi payung hukum. Kebijakan ini bersifat edukatif dan persuasif, tanpa sanksi denda atau hukum. Pemantauan dilakukan sekolah lewat jurnal harian perkembangan siswa.

Ambrosius menekankan program ini berlaku merata dari SD hingga SMA/SMK, tidak hanya jenjang atas. “Pondasi harus dibangun sejak awal. Kami ingin budaya belajar tumbuh dari rumah, agar lahir masyarakat NTT yang mandiri, berwawasan, dan maju,” pungkasnya.

Gerakan ini menjadi langkah strategis mengubah posisi pendidikan NTT, dengan harapan peran aktif keluarga menjadi kunci perbaikan prestasi generasi muda daerah. (*).


0/Komentar/Komentar

Lebih baru Lebih lama

Responsive Ad Slot

Responsive Ad Slot