Berita-Cendana.Com- ENDE,- Sebanyak 83 pelatih bola voli yang berasal dari 9 kabupaten se-Zona Flores dan Lembata secara resmi mengantongi Sertifikasi Lisensi Daerah usai menuntaskan pelatihan selama tiga hari di Pondok Bina Ola Ngari, Ende. Kegiatan yang digelar Pengprov PBVSI NTT bersama Pengkab PBVSI Ende ini ditutup langsung oleh Ketua Umum PBVSI NTT, Winston Rondo, pada Sabtu (13/6/2026).
Selama pelatihan, para peserta dibekali materi kepelatihan modern, teknik permainan, metodologi latihan, hingga penguatan karakter oleh instruktur berpengalaman: Martinus Mangngi, Muhammad Sulur, Meky Tunliu, dan Opu Thomas. Sertifikasi ini menjadi syarat resmi bagi pelatih untuk melaksanakan pembinaan di daerah masing-masing.
Dalam sambutan penutupan, Winston Rondo menegaskan bahwa lisensi yang diterima bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal tanggung jawab besar. “Ini bukan garis akhir, tapi garis start. Tugas utama dimulai saat saudara kembali ke daerah: membina atlet, membangun klub, menyalakan mimpi anak-anak lewat olahraga,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa persiapan menuju PON 2028 tidak dimulai di arena pertandingan, melainkan dari lapangan latihan di desa dan sekolah. “Kejayaan voli NTT dibangun dari proses harian, bukan instan. Pelatih yang kompeten adalah kuncinya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PBVSI Ende, Vinsen Sangu, menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf atas segala keterbatasan penyelenggaraan. Ia berharap ilmu yang didapat dapat diterapkan secara nyata, serta mengusulkan pembentukan forum pengembangan kapasitas berkelanjutan bagi pelatih dan wasit se-Flores-Lembata.
Para peserta pun menyambut positif kegiatan ini. Bobby Watik dan Blandina mengaku mendapatkan wawasan baru tentang metode pembinaan yang lebih sistematis, dan berharap pelatihan serupa terus digelar secara merata di seluruh NTT.
Dengan selesainya pelatihan ini, PBVSI NTT semakin kokoh membangun fondasi sumber daya manusia olahraga. “Dari Ende hari ini, kita tidak hanya mencetak pelatih berlisensi—kita sedang mencetak penjaga mimpi anak-anak Nusa Tenggara Timur,” pungkas Winston.(*).

Posting Komentar