Herman Man: Tiga Pilar Itu Dicabut

Beritacendana.com- Kupang,-Berbicara dengan Pemuda adalah berbicara tentang masa depan Kota ini. Kita harus berkolaborasi dengan pemuda untuk berbicara soal perubahan sosial budaya.

Pada kesempatan ini Pemerintah Kota Kupang menyelenggarakan Kegiatan dengan Tema Menuju Aksi Pemuda Mandiri di aula Hotel Sasando Senin 7 Oktober 2019

Wakil Walikota Kupang dalam penyampaiannya bahwa kita harus berkolaborasi,  tetapi perlu ada komitmen bersama yaitu NKRI harga mati Pancasila Dasar Negara Bhineka tunggal Ika  berbedah-bedah t9etapi tetap satu, tidak ada Mayoritas dan Minoritas tetapi kita tetap satu.

Kapisitas Kepemudaan adalah menyiapkan masa depan yang besar, Kepemimpinan adalah kreativitas supaya berubah karena kebutuhan masyarakat sangat Kompleks saat ini.

Lanjut Herman Man Kegiatan ini adalah tidak lanjuti pertemuan di Bogor antara Kemendagri bersama Gubernur, Bupati Kupang dan wakil Walikota Kupang.

Gubernur Bupati dan Walikota mengunjungi pilar-pilar krusial yang menyebabkan kesepakatan itu tidak terjadi. Pilar itu anatara lain, pilar nomor 39 yang berada di depan SAR dan Pilar nomor 42 di depan Politani Pilar nomor 41 di depan Klaret.

Ini tiga pilar dianggap oleh MENDAGRI sangat krusial, kenapa krusial karena kalau di pake maka itu tiga Desa di Kabupaten Kupang menjadi Kota Kupang yaitu Desa Baumata Barat Desa Baumata Utara dan Desa Penfui Timur itu berdasarkan 3 pilar yang ada, dan sebagian Bandara Eltari terbagi.

Ini tidak mungkin terjadi, maka jadi salah satu kesepakatan harus dikunjungi 3 pilar itu. Kalau pilar-pilar ini dipertahankan untungnya  Kabupaten Kupang apa dan untung Kota Kupang apa, ruginya Kabupaten dan ruginya Kota bukan Pemerintah tetapi Masyarakat yang rugi jelas dr. Herman Man.

Solusinya cabut 3 pilar tersebut, ini menjadi usulan Pemerintah Kota Kupang kepada Gubernur,  jadi kita cabut berarti Kota tidak bertamba dan Kabupaten mengambil kembali Desa-desanya.

Tetapi Nasipanaf yang menjadi Kelurahan Penfui itu dipertahankan dan yang menjadi sedikit krusial itu di belakang Undana kalau bisa ke Kota dan Seminari itu ke Kota karena itu sebelah Barat ke Sungai, jadi batas alam itu berada pada kali  sampai di pilar nomor 42 di Baumata itu.

Harapannya dalam Minggu ini Gubernur Walikota dan Bupati mengunjungi lokasi-lokasi ini.(YT).



0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Subscribe Us

Responsive Ad Slot